Data Terbaru Korban Tewas dan Luka Akibat Serangan Israel di Gaza

Syahid gaza

Gaza, Purna Warta – Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 72.615 orang.

Baca juga: Pemukim Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Menurut laporan Shehab News Agency, Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza pada Selasa menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir, 2 orang tewas dan 11 lainnya terluka akibat serangan Israel.

Kementerian tersebut juga menyebutkan bahwa satu jenazah yang ditemukan di bawah reruntuhan telah dievakuasi dan dipindahkan ke rumah sakit.

Berdasarkan pernyataan resmi, sejak diberlakukannya gencatan senjata pada 11 Oktober 2025, sebanyak 834 orang tewas dan 2.365 orang terluka.

Secara keseluruhan, jumlah korban luka akibat serangan Israel di Gaza telah mencapai 172.468 orang sejak 7 Oktober 2023.

Angka korban yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Gaza sering menjadi rujukan utama dalam pelaporan konflik di Gaza, meskipun juga kerap menjadi bahan perdebatan politik. Konflik besar ini bermula setelah serangan oleh Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023, yang kemudian direspons dengan operasi militer besar oleh Israel di Gaza.

Sejak saat itu, Jalur Gaza mengalami kerusakan luas pada infrastruktur sipil, termasuk rumah sakit, sekolah, dan permukiman. Organisasi internasional seperti United Nations dan berbagai lembaga kemanusiaan berulang kali memperingatkan krisis kemanusiaan yang parah, termasuk kekurangan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Baca juga: Bayang-Bayang ISIS di Suriah; Slogan Kelompok Teroris Muncul di Pinggiran Hasakah

Upaya gencatan senjata, seperti yang disebut berlaku sejak Oktober 2025, umumnya bersifat rapuh dan sering diwarnai pelanggaran atau insiden sporadis. Selain itu, proses evakuasi korban dari bawah reruntuhan masih terus berlangsung, yang berarti jumlah korban dapat terus bertambah seiring ditemukannya jenazah baru.

Di sisi lain, Israel menyatakan bahwa operasi militernya menargetkan infrastruktur dan anggota Hamas, sementara pihak Palestina dan banyak pengamat internasional menyoroti tingginya korban sipil. Situasi ini menjadikan konflik Gaza sebagai salah satu krisis kemanusiaan paling serius di dunia dalam beberapa tahun terakhir, dengan perhatian luas dari komunitas global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *