Damaskus, Purna Warta – Laporan media menunjukkan bahwa slogan-slogan khas kelompok teroris ISIS terlihat di sekitar wilayah Hasakah, Suriah.
Baca juga: UEA Perdalam Aliansi Strategis Dengan Israel, Meluas ke Kemitraan Operasional di Lapangan
Menurut laporan kantor berita RT, kemunculan slogan ISIS di pintu masuk kota Al-Shaddadi, yang terletak di pinggiran Hasakah, telah memicu kekhawatiran warga Suriah terkait kemungkinan kembalinya kelompok teroris tersebut.
Slogan-slogan tersebut, seperti “Selamat datang di Wilayah Al-Shaddadi” dan “Negara Islam tetap bertahan,” sebelumnya digunakan oleh anggota ISIS saat mereka menguasai wilayah luas di Suriah.
Kemunculan slogan-slogan ini di kota tersebut—terutama setelah mundurnya pasukan Syrian Democratic Forces dan masuknya elemen yang terkait dengan rezim Jolani—menimbulkan banyak pertanyaan mengenai pihak-pihak di balik layar.
Dalam beberapa bulan terakhir, slogan serupa juga terlihat di sekitar Ain al-Arab (Kobane), bersamaan dengan mundurnya kelompok-kelompok bersenjata dari desa-desa di wilayah tersebut.
Fenomena munculnya kembali simbol atau propaganda ISIS di Suriah kerap dikaitkan dengan sejumlah faktor penting. Setelah kekalahan teritorialnya pada 2019, banyak analis menilai kelompok ini beralih ke taktik “insurgensi bayangan,” seperti menyebarkan propaganda melalui grafiti dan selebaran, melakukan serangan kecil yang sporadis, serta merekrut anggota secara diam-diam di daerah terpencil, terutama di kawasan gurun Badia. Di sisi lain, perubahan kendali wilayah juga berperan besar, khususnya di daerah Hasakah yang sebelumnya berada di bawah kontrol Syrian Democratic Forces.
Baca juga: Ulyanov: Sikap ‘Israel’ Hambat Pembentukan Timur Tengah Bebas Senjata Pemusnah Massal
Perubahan posisi militer dan penarikan pasukan dari sejumlah area kerap menciptakan kekosongan keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok ekstremis. Situasi ini semakin kompleks karena melibatkan berbagai aktor, mulai dari pemerintah Suriah, kelompok Kurdi, milisi lokal, hingga kekuatan regional dan internasional, sehingga perubahan aliansi atau kontrol wilayah sering memunculkan spekulasi mengenai pihak-pihak yang diuntungkan dari ketidakstabilan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, insiden serupa juga terus terjadi, seperti meningkatnya serangan kecil ISIS di wilayah timur Suriah, serta kekhawatiran terhadap radikalisasi di kamp-kamp pengungsi seperti Al-Hol Camp. Selain itu, laporan mengenai aktivitas propaganda juga muncul dari sejumlah wilayah lain, termasuk Deir ez-Zor dan Raqqa.


