Tehran, Purna Warta – Ahmad Zaidabadi, seorang analis Timur Tengah menilai bahwa sikap dan pernyataan berulang Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mencerminkan pola kebijakan yang berujung pada konflik berkepanjangan. Ia menegaskan bahwa selama masyarakat Israel belum terbebas dari kepemimpinan Netanyahu, baik Israel maupun kawasan Timur Tengah tidak akan merasakan keamanan dan stabilitas.
Menurut laporan, Ahmad Zaidabadi, pakar isu Palestina dan Timur Tengah, dalam kanal Telegram pribadinya menulis dengan judul “Dua Kalimat Berulang Netanyahu!” bahwa Netanyahu selalu mengulangi dua pernyataan setelah setiap operasi militer di berbagai wilayah.
Ia menyebutkan bahwa Netanyahu biasanya mengatakan:
pertama, “Kami dengan operasi kami telah menghilangkan ancaman eksistensial terhadap Israel,”
dan kedua, “Pekerjaan kami belum selesai.”
Zaidabadi menilai bahwa pada kenyataannya, “pekerjaan” Netanyahu dalam hal perang, kekerasan, dan kehancuran tidak pernah berakhir, karena menurutnya tidak ada bidang lain yang menjadi fokus utama kepemimpinan tersebut.
Ia juga berpendapat bahwa berbagai masalah keamanan yang dihadapi Israel merupakan hasil dari kebijakan Netanyahu dan sekutu-sekutu sayap kanan serta kelompok ekstremisnya. Menurutnya, kebijakan tersebut secara sengaja diarahkan untuk menciptakan kondisi konflik berkelanjutan di berbagai front, yang pada akhirnya mendukung kelangsungan politik Netanyahu.
Lebih lanjut, Zaidabadi menyatakan bahwa ketika keberlangsungan politik seorang pemimpin bergantung pada konflik, maka kecenderungannya akan menjauh dari perdamaian. Ia menggambarkan hubungan Netanyahu dengan perdamaian sebagai sesuatu yang bertolak belakang secara mendasar.
Ia juga menyinggung bahwa pada masa lalu sebagian masyarakat Israel menyebut Netanyahu sebagai “Tuan Keamanan”. Namun, menurutnya, penilaian tersebut tidak tepat, karena kebijakan Netanyahu justru dinilai membawa ketidakamanan dan konflik berulang yang membahayakan masa depan Israel.
Zaidabadi menegaskan bahwa selama Netanyahu dan kelompoknya masih berkuasa, prospek keamanan, stabilitas, dan ketenangan tidak hanya sulit dicapai bagi Israel, tetapi juga bagi kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.


