Gaza, Purna Warta – Sedikitnya dua pemuda Palestina tewas setelah pasukan Israel menembak mereka dalam insiden terpisah di berbagai wilayah Jalur Gaza, sementara rezim Tel Aviv terus melakukan agresi terhadap warga sipil di wilayah pesisir tersebut meskipun terdapat gencatan senjata sejak Oktober 2025.
Kantor berita resmi Palestina WAFA, mengutip sumber medis, melaporkan bahwa tentara Israel melepaskan tembakan peluru tajam ke arah seorang pemuda bernama Khalil Nasr pada Minggu pagi saat ia berada di kamp pengungsian Halawa di kota Jabalia, Gaza utara.
Sumber yang sama mengonfirmasi bahwa ia kemudian dinyatakan meninggal akibat luka parah yang dideritanya.
Beberapa jam sebelumnya, seorang pemuda Palestina lainnya juga ditembak mati oleh pasukan Israel di barat laut Rafah, Gaza selatan.
Yousef Hassan tewas akibat tembakan dari kendaraan militer Israel yang ditempatkan di barat laut Rafah. Jenazahnya kemudian dipindahkan ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis.
Insiden ini terjadi setelah seorang anak dilaporkan terluka akibat tembakan pasukan Israel di wilayah Mawasi. Sumber medis juga mengumumkan kematian Ahmed Hani Obeid (25), yang meninggal akibat luka yang dideritanya dalam serangan Israel di Gaza utara sekitar setahun sebelumnya.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah mencapai 72.549 orang di tengah berlanjutnya serangan Israel sejak 7 Oktober 2023.
Sejak diumumkannya gencatan senjata pada 11 Oktober 2025, sedikitnya 774 orang telah tewas dan 2.171 lainnya terluka, menurut kementerian tersebut.
Jika digabungkan dengan data sebelumnya sejak awal konflik pada 7 Oktober 2023, total korban luka mencapai 172.274 orang.
Kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk, dengan kelangkaan kebutuhan dasar serta gangguan berkelanjutan terhadap layanan-layanan vital yang dilaporkan otoritas setempat.
Kantor Media Pemerintah di Gaza menyatakan bahwa selama enam bulan terakhir, pelanggaran gencatan senjata telah tercatat sebanyak 2.400 kali, termasuk penembakan, serangan artileri, penggerebekan, dan kerusakan properti.


