Serangan Israel di Gaza Menewaskan Tujuh Orang Saat 2.400 Pelanggaran Gencatan Senjata Tercatat

Cease fire

Gaza, Purna Warta – Serangkaian serangan mematikan terbaru Israel di berbagai wilayah Gaza telah menewaskan sedikitnya tujuh warga Palestina dan melukai sekitar dua puluh lainnya dalam 24 jam terakhir, sementara pelanggaran gencatan senjata telah mencapai 2.400 insiden.

Korban jiwa terjadi saat Israel terus menargetkan kawasan permukiman dan infrastruktur sipil di wilayah Palestina yang terkepung, yang merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Anak-anak termasuk di antara korban tewas dan luka-luka di Rafah dan Gaza bagian tengah.

Di Rafah, satu orang tewas akibat tembakan Israel, sementara seorang anak terluka akibat penembakan di wilayah al-Mawasi, tempat banyak pengungsi berlindung. Cedera tambahan juga dilaporkan di Gaza tengah dan selatan.

Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun mengalami luka serius akibat serangan drone Israel di Deir al-Balah, sementara seorang anak perempuan terluka akibat tembakan di Mawasi, Khan Yunis.

Sumber medis menyatakan bahwa remaja tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa dengan luka parah.

Artileri dan tembakan Israel juga terus menyasar wilayah timur Khan Yunis, sementara pasukan laut menembaki zona pesisir.

Kematian terbaru ini terjadi di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung oleh Israel selama 191 hari berturut-turut.

Otoritas setempat menyatakan bahwa pasukan Israel terus melanggar gencatan senjata melalui serangan udara, tembakan artileri, dan penembakan yang diarahkan ke wilayah sipil.

Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa pasukan Israel telah melakukan 2.400 pelanggaran sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober tahun lalu.

Pelanggaran tersebut mencakup 921 insiden penembakan, 1.109 pemboman, 97 penyusupan ke wilayah permukiman, dan 273 penghancuran rumah serta bangunan.

Pelanggaran tersebut telah mengakibatkan sedikitnya 754 orang tewas dan 2.100 lainnya terluka, termasuk 312 anak-anak, perempuan, dan lansia.

Perkembangan ini terjadi di tengah laporan otoritas Gaza bahwa pembatasan ketat terhadap bantuan kemanusiaan dan pergerakan warga terus memperburuk kondisi di wilayah Palestina yang diblokade.

Hanya sejumlah terbatas truk bantuan dan komersial yang masuk ke Jalur Gaza dalam enam bulan terakhir, sementara perlintasan Rafah beroperasi dengan kapasitas terbatas.

Perang yang disebut sebagai genosida oleh Israel di wilayah yang terkepung tersebut telah menewaskan sedikitnya 72.336 warga Palestina dan melukai 172.213 lainnya sejak Oktober 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *