Tentara Bayaran yang Didukung Saudi Dikerahkan ke Ta’izz di Tengah Pertempuran Sengit dengan Angkatan Bersenjata Yaman

Saudi

Riyadh, Purna Warta – Ribuan tentara bayaran yang didukung Arab Saudi dilaporkan telah dikerahkan ke Ta’izz ketika Angkatan Bersenjata Yaman meraih sejumlah keberhasilan militer, menguasai wilayah yang luas di provinsi tersebut dan bergerak maju menuju pelabuhan al-Mokha.

Baca juga: Korea Selatan Pertimbangkan Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz di Tengah Tekanan AS yang Meningkat

Menurut sumber-sumber Yaman, bala bantuan dari apa yang disebut Brigade Giants dan Pasukan Perisai Bangsa telah tiba di sejumlah front pertempuran di Ta’izz dan Hudaydah.

Hal ini terjadi ketika sedikitnya 39 tentara bayaran yang didukung Saudi, termasuk sejumlah komandan senior, tewas dalam bentrokan yang berlangsung sejak Kamis. Media, dengan mengutip sumber dari kalangan pasukan bayaran tersebut, melaporkan bahwa puluhan lainnya melarikan diri.

Pasukan Yaman, yang didukung serangan roket dan pesawat nirawak, melancarkan serangan darat di dekat pesisir Laut Merah dan di sekitar Ta’izz pada Kamis.

Sumber-sumber juga mengumumkan adanya serangan pesawat nirawak baru oleh Yaman terhadap pelabuhan al-Mokha, yang merupakan salah satu titik masuk utama bagi senjata dan peralatan untuk pasukan tentara bayaran.

Dalam beberapa bulan terakhir, pelabuhan tersebut telah menjadi sasaran puluhan serangan rudal dan pesawat nirawak Yaman.

Mokha terletak di Laut Merah, dekat Bab al-Mandab, jalur penting yang dilalui oleh sebagian besar perdagangan maritim global.

Pertempuran di sepanjang pesisir barat Yaman merupakan salah satu pertempuran paling serius yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Signifikansinya bukan hanya terletak pada intensitas pertempuran, tetapi juga pada lokasinya.

Ta’izz bagian barat menghubungkan wilayah pedalaman yang bergunung-gunung dengan pesisir Laut Merah.

Penguasaan jalan-jalan, posisi-posisi pegunungan, dan wilayah pesisir di kawasan tersebut dapat memengaruhi pergerakan pasukan dan pasokan antara pedalaman Yaman dan pesisir. Hal ini memberikan dimensi strategis pada pertempuran yang melampaui garis-garis pertempuran langsung.

Bentrokan tersebut juga terjadi ketika angkatan bersenjata Yaman meningkatkan serangan balasan terhadap sasaran-sasaran penting di Arab Saudi dan memperketat blokadenya terhadap kerajaan tersebut.

Baca juga: Menteri: Iran Berhasil Tembus Blokade Angkatan Laut AS untuk Jaga Kelancaran Pengiriman Minyak

Blokade maritim yang berlangsung saat ini merupakan respons langsung terhadap pengepungan yang menghancurkan dan telah diberlakukan terhadap Yaman selama bertahun-tahun oleh koalisi pimpinan Saudi.

Selama hampir satu dekade, koalisi tersebut telah memberlakukan blokade darat, laut, dan udara yang melumpuhkan Yaman. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berulang kali menyebut blokade tersebut sebagai salah satu faktor utama yang mendorong terjadinya krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Pengepungan tersebut secara sengaja menargetkan kemampuan Yaman untuk mengimpor makanan, bahan bakar, dan obat-obatan, sekaligus berupaya menjarah sumber daya minyak dan gas negara tersebut.

Dengan memanfaatkan kemampuan angkatan laut asimetris yang canggih, termasuk pesawat nirawak dan rudal, Yaman telah beralih dari posisi yang semata-mata defensif menuju kampanye tekanan aktif.

Strategi tersebut dirancang untuk membebankan biaya ekonomi dan militer secara langsung kepada rezim Saudi hingga pengepungan tersebut dicabut secara permanen, perang diakhiri, dan kedaulatan penuh Yaman dipulihkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *