Al-Quds, Purna Warta – Sejumlah sumber berita melaporkan bahwa pasukan Israel melakukan penyerbuan ke wilayah Quneitra, Suriah, dan menimbulkan ketakutan di kalangan warga setempat.
Menurut laporan Russia Today (RT Arabic), peningkatan aktivitas militer Israel di berbagai wilayah Suriah selatan, khususnya kawasan yang berdekatan dengan garis pemisah kedua pihak, masih terus berlangsung.
Sumber-sumber lokal di Quneitra menyatakan bahwa pada Sabtu pagi, tentara Israel menyerbu sebuah rumah di desa Al-Asbah, di wilayah pedesaan bagian selatan Quneitra. Operasi tersebut disebut berlangsung bersamaan dengan aksi penembakan ke udara yang bertujuan menimbulkan ketakutan di kalangan warga sipil.
Hingga kini, belum ada informasi mengenai adanya seseorang yang ditangkap dalam operasi tersebut.
Sebelumnya, sumber-sumber di Daraa melaporkan adanya penerbangan pesawat tempur Israel di wilayah udara provinsi tersebut pada Jumat malam. Peristiwa itu terjadi setelah pasukan Israel beberapa kali melakukan infiltrasi darat ke sejumlah wilayah pedesaan di provinsi tersebut.
Russia Today melaporkan bahwa militer Israel terus melakukan operasi penyerbuan di sejumlah wilayah Suriah selatan dengan dukungan pesawat tempur dan drone militer. Menurut laporan tersebut, pasukan Israel disebut melakukan penembakan, mendirikan pos pemeriksaan, memeriksa dokumen identitas warga yang melintas, membangun tanggul, serta membatasi akses petani ke lahan pertanian dan penggembala ke padang rumput. Laporan yang sama juga menyebut adanya penahanan warga secara berkala.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya aktivitas militer Israel di wilayah pedesaan Quneitra. Pada 4 September, sebuah patroli Israel yang terdiri dari tiga kendaraan dilaporkan memasuki sekitar wilayah Al-Samdaniyah al-Sharqiyah, sementara patroli lainnya mendirikan pos pemeriksaan sementara di desa Ofaniya, tanpa laporan mengenai penangkapan atau penggerebekan pada saat itu.
Sebelumnya, pada 1 September, Syrian Observatory for Human Rights juga melaporkan bahwa sebuah patroli Israel menahan seorang pemuda ketika sedang menggembalakan domba di sebelah barat Al-Rafid, Quneitra.
Dalam perkembangan terkait, Reuters melaporkan bahwa Suriah pada awal September mulai memusnahkan sisa-sisa senjata kimia dari era pemerintahan Bashar al-Assad. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menyatakan telah memverifikasi pemusnahan 42 bom udara sebagai bagian dari proses tersebut. Utusan Suriah untuk PBB pada saat yang sama menuduh serangan Israel menghambat sebagian operasi pencarian dan pemusnahan senjata kimia serta membahayakan personel Suriah, sementara pihak militer Israel belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.


