Gaza, Purna Warta – Badan Pertahanan Sipil Jalur Gaza menyatakan bahwa personelnya telah mengevakuasi jenazah 55 korban dari bawah reruntuhan sebuah bangunan tempat tinggal milik keluarga Malqa di kawasan Al-Zaitoun, Gaza.
Menurut laporan Russia Today (RT Arabic), Badan Pertahanan Sipil Jalur Gaza mengatakan bahwa personelnya berhasil mengeluarkan jenazah 55 korban dari bawah reruntuhan bangunan tersebut.
Lembaga tersebut menyatakan bahwa untuk hari ketiga berturut-turut, personelnya terus melakukan pencarian dan berupaya menemukan serta mengevakuasi jenazah lebih dari 60 korban. Upaya tersebut dilakukan untuk mempersiapkan proses pemakaman secara massal yang direncanakan berlangsung pada awal pekan depan.
Badan Pertahanan Sipil Palestina mengatakan bahwa keterbatasan peralatan serta alat berat telah menghambat proses pencarian dan evakuasi jenazah dari bawah reruntuhan.
Lembaga tersebut meminta organisasi-organisasi internasional dan kemanusiaan untuk menyediakan buldoser, ekskavator, serta truk yang diperlukan guna menyelesaikan proses evakuasi jenazah yang masih tertimbun di bawah reruntuhan.
Kondisi tersebut menggambarkan salah satu tantangan besar yang dihadapi tim penyelamat di Gaza, yakni keterbatasan alat berat untuk mengakses bangunan-bangunan yang runtuh dan menemukan korban yang masih tertimbun. Karena itu, Badan Pertahanan Sipil berulang kali menyerukan dukungan peralatan dan bantuan kemanusiaan agar proses pencarian korban dapat dilakukan dengan lebih cepat.


