Al-Quds, Purna Warta – Freedom Flotilla Coalition (FFC) mengumumkan misi internasional baru untuk menantang blokade Israel terhadap Jalur Gaza. Kapal-kapal dalam armada tersebut dijadwalkan berupaya mencapai pesisir Gaza pada Oktober mendatang.
Baca juga: Serangkaian Serangan Zionis terhadap Berbagai Wilayah di Tepi Barat
Menurut laporan Al Jazeera, Freedom Flotilla Coalition menyatakan telah memulai misi internasional baru. Kapal-kapal koalisi akan singgah di sejumlah pelabuhan Eropa sebelum melanjutkan perjalanan menuju pesisir Gaza yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.
Dalam sebuah pernyataan, koalisi mengatakan misinya untuk menantang blokade Israel terhadap Gaza akan terus berlanjut meskipun, menurut klaim mereka, terjadi kekerasan terhadap para sukarelawan dan aktivis armada dalam misi sebelumnya.
Pernyataan tersebut menyebut adanya dugaan pemukulan berat, penggunaan alat kejut listrik secara berulang, serta kekerasan seksual terhadap sejumlah sukarelawan dan aktivis. Tuduhan tersebut merupakan pernyataan dari pihak Freedom Flotilla Coalition.
Koalisi tersebut juga menyatakan bahwa tindakan internasional kini diperlukan lebih dari sebelumnya karena, menurut mereka, sebagian besar perhatian dunia telah beralih dari Gaza setelah pengumuman gencatan senjata pada Oktober 2025.
Menurut pernyataan tersebut, dua kapal sejauh ini telah memulai perjalanan. Kapal Handala II berlayar di kawasan Skandinavia pada Juni dan Juli, dengan singgah di sejumlah pelabuhan di Norwegia, Swedia, dan Denmark.
Baca juga: Proses Evakuasi Jenazah Korban dari Bawah Reruntuhan di Gaza Terus Berlanjut
Sementara itu, kapal Kate berangkat dari Bristol, Inggris, pada Agustus dan kemudian melakukan persinggahan di pelabuhan-pelabuhan di Irlandia, Jerman, dan Prancis. Setelah itu, armada tersebut dijadwalkan melanjutkan perjalanan melalui Spanyol, Portugal, dan Italia sebelum menuju Gaza.
Freedom Flotilla Coalition mengatakan setiap persinggahan di Eropa juga dimanfaatkan untuk membangun dukungan publik dan menekan pemerintah negara-negara terkait agar mengambil langkah terhadap perang dan blokade Gaza. Koalisi tersebut menyatakan tujuan akhirnya adalah membawa armada menuju pesisir Gaza pada Oktober 2026.
Media Israel The Times of Israel juga melaporkan bahwa misi baru tersebut akan menjadi upaya terbaru kelompok pro-Palestina untuk mencapai Gaza melalui laut. Menurut laporan itu, armada akan terlebih dahulu singgah di Spanyol, Portugal, dan Italia sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gaza.


