Satu Juta Pemukim Israel Mengungsi ke Tempat Perlindungan Akibat Hujan Rudal Hizbullah

Kabur

Al-Quds, Purna Warta – Media-media rezim Zionis melaporkan bahwa sekitar satu juta pemukim Israel melarikan diri ke tempat perlindungan setelah serangan rudal besar-besaran yang dilancarkan Hezbollah terhadap pelabuhan Haifa dan wilayah Al-Jalil di utara Palestina pendudukan, yang juga menyebabkan sejumlah orang terluka.

Baca juga: Amerika Menandatangani Kontrak Senjata Baru dengan Kuwait, UEA, dan Bahrain

Menurut laporan kantor berita  Al Jazeera, lembaga penyiaran rezim Zionis menyatakan bahwa akibat serangan besar Hizbullah, sekitar satu juta pemukim Israel di wilayah utara Palestina pendudukan terpaksa mengungsi ke bunker dan tempat perlindungan.

Radio rezim Zionis mengakui bahwa Teluk Haifa, Galilea Barat, dan Galilea Atas di utara Palestina pendudukan menjadi sasaran tiga gelombang serangan rudal Hizbullah.

Media-media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa Hizbullah menembakkan sekitar 20 rudal ke arah Israel utara, sehingga sirene peringatan berbunyi di kota Nahariya, Kiryat, dan Acre di utara Haifa.

Lembaga penyiaran rezim Zionis juga mengumumkan bahwa akibat serangan rudal dari Lebanon selatan, sedikitnya satu pemukim Zionis di selatan Nahariya terluka saat berusaha menuju tempat perlindungan, sementara beberapa rumah mengalami kerusakan.

Pemerintah kota Nahariya meminta para pemukim Zionis untuk tetap waspada dan berada dekat tempat perlindungan karena kemungkinan berlanjutnya serangan rudal Hizbullah.

Militer rezim Zionis menyatakan bahwa mereka mendeteksi peluncuran beberapa rudal dari Lebanon dan berhasil mencegat salah satunya, sementara rudal lainnya jatuh di wilayah luar area perkotaan.

Layanan darurat rezim Zionis juga menyatakan bahwa hingga kini belum ada data pasti mengenai jumlah korban luka secara keseluruhan.

Baca juga: Respon Hizbullah atas Pelanggaran Gencatan Senjata; Kendaraan Militer Musuh Terbakar Dilalap Api

Dalam perkembangan terkait, eskalasi terbaru di perbatasan Lebanon dan Israel terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah serangan udara Israel terhadap sejumlah wilayah di Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut. Para analis militer menilai bahwa intensitas serangan rudal Hizbullah menunjukkan kemampuan kelompok tersebut mempertahankan tekanan terhadap wilayah utara Israel meskipun sistem pertahanan udara seperti Iron Dome terus diaktifkan. Di sisi lain, media-media Israel melaporkan meningkatnya kekhawatiran warga di kawasan utara akibat gangguan aktivitas ekonomi, penutupan sekolah, dan gelombang pengungsian sementara dari daerah perbatasan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *