Tehran, Purna Warta – Menurut laporan pemberitaan Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, Ketua Majelis Permusyawaratan Islam (Parlemen Iran), menyampaikan belasungkawa atas syahidnya sekelompok rakyat, para ilmuwan, dan komandan militer negara akibat serangan teroris dan kriminal rezim Zionis, dan menegaskan bahwa kejahatan ini dimulai oleh rezim pembunuh anak-anak itu, namun akhirnya akan ditentukan oleh Republik Islam Iran.
Baca juga: Pezeshkian: Respons yang Sah dan Kuat dari Iran Akan Buat Musuh Menyesal
Qalibaf menyampaikan rasa duka dan solidaritas kepada keluarga para syuhada dan rakyat yang berduka:
“Pertama-tama saya sampaikan belasungkawa dan simpati kepada rakyat tercinta yang menjadi syahid dalam serangan teroris dan kriminal rezim Zionis ini. Juga kepada keluarga dan kalangan cendekiawan kita, karena sejumlah ilmuwan di bidang energi nuklir kita telah menjadi sasaran serangan dan gugur sebagai syuhada. Para komandan militer kita yang terhormat juga gugur dalam tragedi besar ini.”
Ia menambahkan bahwa rezim kriminal ini tadi malam memulai aksi yang jelas-jelas merupakan bentuk agresi:
“Rezim Zionis telah menyerang kekuatan bersenjata kita, para ilmuwan kita, rakyat kita, dan tanah air kita. Tapi mereka harus tahu, akhir dari kisah ini ada di tangan kita. Dengan izin dan kekuatan Allah, di mana pun, kapan pun, dan dengan cara apa pun, kami akan membalas dendam.”
Ketua Parlemen itu juga menegaskan:
“Semua pihak yang memberikan dukungan kepada rezim ini — baik berupa informasi, peralatan, atau dana — adalah mitra dalam kejahatan ini dan akan dimintai pertanggungjawaban.”
Qalibaf kemudian menyinggung kesyahidan para ilmuwan dan komandan negara, dan menyatakan:
“Bangsa kita yang mulia harus yakin bahwa meskipun kita kehilangan para ilmuwan besar, namun universitas-universitas, para dosen, dan kaum cendekiawan kita akan melanjutkan jalan ini. Seperti yang telah diketahui, ilmu dan teknologi ini sepenuhnya merupakan hasil karya dalam negeri dan tumbuh dari rahim negara ini sendiri.”
“Para komandan kita pun merupakan hasil didikan masa Perang Pertahanan Suci (Perang Iran-Irak) dan telah berpengalaman di berbagai medan. Pengganti mereka sudah ditentukan dengan cepat. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”
Baca juga: Badan Nuklir Iran: Tidak Ada Radiasi yang Dilaporkan di Natanz setelah Serangan Israel
Ia menambahkan:
“Sepanjang sejarah, bangsa Iran selalu menunjukkan kebesaran dan kekuatannya, dan di saat-saat genting selalu hadir di medan laga. Hari ini pun, kita berada dalam momen bersejarah, dan saya yakin bangsa kita, dengan ketenangan dan kehadiran serta dukungannya, akan memberikan jawaban keras yang mematahkan gigi musuh kriminal ini.”
Di akhir pernyataannya, Qalibaf menyinggung upaya media-media asing berbahasa Persia yang mencoba menciptakan keresahan di masyarakat:
“Beberapa media berusaha membuat rakyat cemas dan memecah-belah masyarakat, tapi bangsa kita sepanjang sejarah telah menunjukkan bahwa mereka berdiri teguh menghadapi agresi musuh asing. Kami yakin hal itu akan terjadi kembali kali ini.”


