Tehran, Purna Warta – Badan nuklir Iran menyatakan tidak ada korban jiwa maupun pelepasan material radioaktif ke lingkungan yang dilaporkan setelah serangan Israel terhadap fasilitas pengayaan uranium utama negara itu di kota Natanz, bagian tengah Iran.
Baca juga: Israel Serang Tehran dan Fasilitas Nuklir Iran
“Serangan terhadap fasilitas pengayaan Shahid Ahmadi Roshan di Natanz menyebabkan kerusakan di berbagai bagian kompleks. Investigasi mengenai tingkat kerusakan masih berlangsung. Sampai saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa di antara personel yang bertugas di lokasi,” kata Badan nuklir Iran (AEOI) pada Jumat.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada kebocoran material radioaktif atau kimia dari fasilitas tersebut,” tambahnya, sambil mengecam “tindakan brutal” yang menargetkan permukiman penduduk dan menewaskan sejumlah komandan militer serta ilmuwan, bersama warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak.
“Aksi rezim Zionis ini bertentangan dengan hukum internasional, termasuk resolusi Dewan Gubernur IAEA, Konferensi Umum, dan Dewan Keamanan PBB.”
Pernyataan itu juga menyebutkan berbagai surat yang dikirim oleh kepala AEOI Mohammad Eslami kepada pimpinan badan nuklir PBB Rafael Grossi mengenai ancaman berulang rezim Israel terhadap fasilitas nuklir Iran dalam dua tahun terakhir, serta permintaan agar IAEA mengutuk hal tersebut.
“Sayangnya, bahkan setelah serangan, Direktur Jenderal IAEA tidak mengambil tindakan apa pun. Padahal, badan ini telah menyimpang dari jalur profesionalisme dan netralitas dengan menyusun laporan politik bias berdasarkan informasi palsu dari rezim Zionis.”
Organisasi Energi Atom Iran, menurut pernyataan itu, “menganggap keheningan IAEA sebagai bentuk kolaborasi dengan rezim Zionis.”
“Iran meyakini bahwa IAEA telah merendahkan diri menjadi alat di tangan rezim Zionis dan kehilangan kredibilitasnya sebagai organisasi internasional yang terpercaya,” tambah pernyataan AEOI.
Serangan Israel terhadap Natanz, menurutnya, merupakan kemunduran bagi IAEA karena kegagalan direktur jenderalnya untuk memainkan peran profesional dan imparial, termasuk dalam menjamin keamanan fasilitas nuklir damai yang berada di bawah pengawasan badan tersebut.
Baca juga: Hamas: Agresi Zionis terhadap Iran Menandai Eskalasi Berbahaya
Pernyataan itu menegaskan bahwa tekanan politik, yang disertai dengan kekuatan militer, tidak akan melemahkan teknis para ilmuwan, spesialis, dan karyawan industri nuklir Iran.
“Berbeda dengan keinginan musuh, orang-orang terhormat ini akan terus mengejar tujuan mulia negara untuk memajukan industri nuklir dengan motivasi yang lebih besar,” tegasnya.


