Pezeshkian: Tuduhan Barat terhadap Program Nuklir Damai Iran Tidak Berdasar

Teheran, Purna Warta – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa tuduhan Barat terhadap aktivitas nuklir damai Iran sepenuhnya tidak berdasar. Dalam wawancara dengan Fox News di New York (28 September 2025), ia menyatakan bahwa Republik Islam Iran selalu beroperasi dalam kerangka hukum internasional dan berupaya menjalin hubungan damai dengan semua negara.

Baca juga: Iran akan Luncurkan Satelit Zafar-2 dan Paya dalam Beberapa Bulan Mendatang

Pezeshkian menolak keras klaim bahwa Iran mengejar senjata nuklir, menegaskan bahwa doktrin Iran tidak memberi tempat bagi senjata tersebut. Ia menambahkan, pengayaan uranium hingga 60 persen dilakukan di bawah pengawasan internasional sebelum Amerika Serikat secara sepihak keluar dari perjanjian nuklir JCPOA.

Presiden Iran menuding AS dan sekutunya, khususnya rezim Israel, sebagai penyebab utama ketegangan di kawasan serta kegagalan kesepakatan nuklir. Ia mengatakan bahwa setelah keluarnya AS dari JCPOA, negara-negara Eropa juga gagal memenuhi komitmennya, sehingga para ilmuwan Iran melanjutkan penelitian di luar kerangka kesepakatan.

Terkait hubungan dengan Washington, Pezeshkian menyebut masih ada ketidakpercayaan mendalam di Iran akibat pelanggaran janji Barat. Ia menilai AS tidak sungguh-sungguh ingin menyelesaikan masalah, melainkan justru menimbulkan kekacauan di kawasan lewat dukungannya terhadap Israel.

Menanggapi tuduhan barat bahwa Iran mendukung kelompok ekstrem, Pezeshkian menegaskan bahwa perlawanan Hamas, Hizbullah, dan Ansarullah adalah reaksi alami terhadap penindasan Israel. Ia juga menyatakan bahwa Iran hanya mendukung bangsa-bangsa tertindas, bukan menciptakan ketidakstabilan.

Pezeshkian menyoroti bahwa rezim Israel merupakan sumber utama instabilitas di kawasan, karena telah menyerang Gaza, Lebanon, Suriah, Iran, bahkan Qatar. Ia menegaskan, “Jika Israel ingin tetap eksis di kawasan, ia harus menghormati hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.”

Dalam kesempatan itu, Pezeshkian juga menekankan bahwa Iran percaya pada dialog, bukan perang, sebagai jalan penyelesaian konflik internasional. Ia menambahkan bahwa Iran menjalin hubungan bersahabat dengan negara-negara tetangga, menghormati kedaulatan mereka, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Baca juga: Araqchi Soroti Upaya Menjaga Kepentingan Nasional dan Program Nuklir

Menjawab isu hak perempuan, Pezeshkian mengatakan bahwa perempuan Iran menikmati kebebasan lebih besar daripada yang digambarkan media Barat. Ia menegaskan bahwa lima perempuan kini menduduki posisi tinggi dalam pemerintahannya, dan menyerukan agar pengamat asing datang langsung ke Iran untuk melihat kenyataan yang sesungguhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *