Pezeshkian Desak BRICS untuk Tolak Sanksi Sepihak

Teheran, Purna Warta – Presiden Masoud Pezeshkian mendesak negara-negara BRICS untuk mengambil peran utama dalam menolak sanksi sepihak dan mendorong reformasi tata kelola global, dengan mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut mengancam keadilan, stabilitas, dan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Araqchi: Dampak Mekanisme Snapback Dibesar-besarkan

“Multilateralisme dan perdagangan bebas adalah dua sisi mata uang yang sama,” ujar Pezeshkian dalam KTT BRICS virtual yang berfokus pada ekonomi global dan tatanan multilateral pada hari Senin. “Tanpa mekanisme multilateral, perdagangan bebas menjadi alat di tangan negara-negara besar, dan tanpa akses ke sistem perdagangan bebas, multilateralisme kehilangan makna dan fungsinya.”

Ia menggambarkan sanksi sepihak dan pembatasan ekonomi sebagai salah satu ancaman terbesar bagi sistem internasional, yang melemahkan kepentingan nasional, mengganggu kerja sama, dan membuat pembangunan berkelanjutan mustahil.

Pezeshkian juga menyoroti konflik-konflik terkini di Timur Tengah dan Amerika Latin – termasuk agresi AS-Israel terhadap Iran pada bulan Juni, genosida di Gaza, serangan terhadap Lebanon dan Yaman, serta ancaman AS terhadap Venezuela – sebagai bukti bahwa tatanan dunia saat ini telah gagal menjamin perdamaian, keadilan, dan keamanan global.

Baca juga: Presiden Pezeshkian Tekankan Persatuan Islam dan Tegaskan Kembali Hubungan Iran-Irak yang Mendalam

Presiden menyerukan reformasi tata kelola global, termasuk perubahan Dewan Keamanan PBB dan struktur keuangan internasional, serta mendesak BRICS untuk mengembangkan kerangka kerja bersama guna melawan sanksi, mendorong inovasi, dan memperkuat pembangunan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *