TEHERAN, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Ammar al-Hakim, kepala Gerakan Kebijaksanaan Nasional Irak, menggarisbawahi perlunya memperkuat solidaritas antarnegara Islam.
Baca juga: Ayatollah Khamenei Desak Negara-Negara Islam Putus Hubungan Ekonomi dan Diplomatik dengan Israel
Dalam sambutannya pada pertemuan dengan ulama Irak di Teheran pada hari Minggu, Pezeshkian menekankan bahwa kerja sama yang berkelanjutan antarnegara Muslim sangat penting untuk kemajuan dan untuk melawan tekanan eksternal.
Ia mencatat bahwa persatuan di seluruh dunia Islam tidak hanya akan mendorong pembangunan tetapi juga mencegah kekuatan-kekuatan musuh menjatuhkan sanksi atau melemahkan negara-negara Muslim.
Mengenai hubungan Iran-Irak, Presiden Pezeshkian menekankan bahwa ikatan agama dan budaya bersama lebih dalam daripada sekadar batas geografis. Memperingatkan terhadap agenda-agenda yang memecah belah, beliau mendesak kewaspadaan terhadap upaya-upaya musuh untuk menebar perpecahan di dunia Islam.
Ia lebih lanjut menekankan bahwa kekuatan komunitas Muslim terletak pada solidaritas, terutama dalam menghadapi ancaman bersama seperti rezim Israel, yang ia gambarkan sebagai instrumen imperialisme Amerika.
Memuji ketahanan Gaza dan keteguhan Iran baru-baru ini, Pezeshkian mengatakan tidak ada kekuatan militer yang dapat menghancurkan persatuan negara-negara yang berkomitmen.
Menanggapi pemilu Irak yang akan datang, presiden menyerukan kohesi politik di luar garis etnis dan sektarian, dengan mengatakan bahwa hal ini penting bagi stabilitas Irak dan untuk memperkuat front Islam yang lebih luas. Ia juga menegaskan kembali komitmen Iran untuk memperluas hubungan komprehensif dengan Irak.
Baca juga: Iran Beri Sinyal Perubahan Komitmen Pengamanan IAEA Pasca Perang Israel
Sementara itu, Hakim memuji keberanian rakyat Iran selama perang baru-baru ini yang dipaksakan oleh rezim Zionis, dan mencatat pengakuan global atas perlawanan mereka. Ia menekankan pentingnya dukungan politik dari negara-negara Arab dan Islam bagi Iran, yang menurutnya akan memperkuat kerja sama regional.
Menyebut kunjungan Presiden Pezeshkian ke Irak sebagai kunjungan yang penting, Hakim memuji kejujuran dan pendekatannya yang lugas.
Ulama tersebut juga mendesak peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara, dengan menekankan bahwa tingkat kerja sama saat ini masih jauh dari potensi sebenarnya.


