Teheran, Purna Warta – Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran mengumumkan kesiapan untuk mengerahkan tim penyelamat dan medis khusus ke Venezuela menyusul dua gempa bumi dahsyat yang melanda negara Amerika Selatan dan menyebabkan banyak korban jiwa dan kehancuran.
Baca juga: Acara Duka Muharram Digelar Bagi Jamaah Berbahasa Asing di Makam Imam Ridha di Kota Masyhad Iran
Dalam pesan yang dirilis pada hari Kamis, Pirhossein Koulivand, kepala Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran, menyatakan simpatinya terhadap para korban gempa bumi di Venezuela dan menyampaikan kesiapan penuh Iran untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke daerah yang terkena dampak.
Pesan tersebut merujuk pada kerusakan parah di negara bagian La Guaira, Carabobo, Miranda, Aragua dan Falcon, serta di kota Caracas, Valencia, Maracay dan Morón.
“Masyarakat Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran berdiri di samping Anda selama masa-masa sulit ini,” kata Koulivand dalam pesannya kepada presiden Palang Merah Venezuela.
Dia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan dan semua yang terkena dampak bencana dan mengumumkan kesiapan Iran untuk mengirimkan tim penyelamat dan medis khusus untuk mendukung operasi bantuan.
Pengumuman ini muncul setelah dua gempa bumi besar melanda pantai utara Venezuela pada tanggal 24 Juni yang terjadi dalam waktu kurang dari satu menit, memicu kepanikan dan menyebabkan kerusakan yang luas.
Menurut laporan awal, gempa pertama berkekuatan 7,2 skala Richter dan disusul sekitar 39 detik kemudian oleh gempa berkekuatan 7,5 skala Richter yang lebih kuat. Kedua gempa tersebut terjadi di dekat wilayah pesisir sekitar Morón, sebelah barat ibu kota Caracas.
Gempa bumi menyebabkan runtuhnya bangunan dan kerusakan infrastruktur yang luas, sehingga mendorong tanggap darurat di seluruh wilayah yang terkena dampak. Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodríguez mengatakan puluhan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka, seraya memperingatkan bahwa jumlah korban tewas bisa bertambah jika upaya penyelamatan terus dilakukan.
Pihak berwenang mengumumkan keadaan darurat, sementara tim penyelamat internasional diperkirakan akan tiba untuk membantu operasi lokal. Otoritas seismologi juga memperingatkan kemungkinan gempa susulan setelah dua gempa kuat tersebut.


