Beirut, Purna Warta – Blok Parlemen Loyalitas kepada Perlawanan di Lebanon menyerukan kepada pemerintah negara tersebut untuk menghentikan “perundingan dan konsesi yang hanya berujung pada pengabaian hak-hak serta kedaulatan Lebanon”.
Menurut laporan Al Jazeera, Blok Loyalitas kepada Perlawanan dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa pihaknya mengecam kebijakan pemerintah Lebanon yang berunding dengan Israel tanpa memperhitungkan seluruh agresi dan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Israel.
Blok tersebut menegaskan, “Kami menyerukan kepada pemerintah untuk menghentikan perundingan dan konsesi yang hanya mengarah pada pengabaian hak dan kedaulatan Lebanon.”
Pernyataan itu disampaikan ketika putaran ketujuh perundingan langsung antara pemerintah Lebanon dan Israel berakhir di ibu kota Italia, Roma, pada Kamis tanpa menghasilkan kesepakatan konkret. Perundingan tersebut berlangsung di tengah ketegangan yang masih tinggi di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.
Pada saat yang sama ketika perundingan langsung berlangsung di Roma, Israel melancarkan sejumlah serangan udara pada Rabu malam terhadap dua kota di Lebanon selatan. Pada Kamis, militer Israel juga mengumumkan bahwa dua tentaranya tewas di Lebanon selatan.
Perundingan berlangsung di tengah eskalasi militer
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa jalur diplomatik Lebanon-Israel masih menghadapi hambatan serius. Di satu sisi, pemerintah Lebanon berupaya menggunakan perundingan untuk mendorong penghentian operasi militer Israel dan penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan. Di sisi lain, kelompok-kelompok politik yang berafiliasi dengan kubu perlawanan menilai bahwa dialog tidak dapat berlangsung secara efektif selama serangan dan pelanggaran Israel masih terus terjadi.
Ketegangan ini juga berkaitan dengan kerangka kesepakatan yang sebelumnya dimediasi Amerika Serikat, yang mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon selatan dan peningkatan pengerahan Angkatan Darat Lebanon di kawasan tersebut. Namun, implementasi kesepakatan menghadapi berbagai kendala karena operasi militer, penghancuran bangunan, dan serangan di sejumlah wilayah selatan Lebanon masih dilaporkan berlangsung.
Dalam konteks tersebut, Blok Loyalitas kepada Perlawanan memandang bahwa pemerintah Lebanon tidak seharusnya memberikan konsesi tambahan dalam perundingan apabila konsesi tersebut dinilai mengurangi hak teritorial atau kedaulatan negara. Sikap ini mencerminkan perbedaan tajam di dalam politik Lebanon mengenai cara menghadapi Israel: pemerintah menempuh jalur diplomatik, sementara kelompok yang berafiliasi dengan kubu perlawanan menuntut agar tekanan politik dan militer terhadap Israel dihentikan terlebih dahulu.
Sementara itu, berlanjutnya bentrokan dan serangan di Lebanon selatan meningkatkan risiko bahwa ketegangan militer dapat menghambat proses diplomatik. Kematian dua tentara Israel yang diumumkan pada Kamis juga menunjukkan bahwa situasi keamanan di kawasan perbatasan masih belum stabil, meskipun perundingan antara Beirut dan Tel Aviv terus berlangsung.


