Komandan IRGC: Nasib Saddam Menanti Trump dan Netanyahu

Sharif

Tehran, Purna Warta – Seorang komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan memperoleh apa pun selain kesengsaraan dan kehinaan dari perang agresi yang mereka lancarkan terhadap bangsa Iran yang berani.

Brigadir Jenderal Ramazan Sharif, salah satu penasihat senior Komandan Tertinggi IRGC, mengatakan pada Minggu bahwa Trump dan Netanyahu akan tercatat dalam sejarah sebagai tokoh yang kehilangan kehormatan dan tercoreng namanya, seperti diktator Irak Saddam Hussein, yang memaksakan perang selama delapan tahun terhadap Iran pada dekade 1980-an.

Berbicara dalam sebuah pertemuan masyarakat di ibu kota Iran, Tehran, Sharif mengatakan bahwa bangsa Iran dan angkatan bersenjatanya telah meraih kemenangan dalam menghadapi kampanye agresi militer dan tekanan ekonomi Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Ia mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki pilihan selain menerima kekalahan dalam menghadapi Iran, akibat melonjaknya harga energi yang disebabkan oleh perang agresi terhadap Iran.

Jenderal tersebut mengatakan bahwa Amerika Serikat memulai agresi terhadap Iran pada akhir Februari dengan tujuan menggulingkan pemerintahan Iran dalam waktu kurang dari satu minggu.

Namun, menurutnya, perlawanan berani yang dilakukan Iran telah memaksa Amerika Serikat menarik pasukan angkatan lautnya hingga ribuan kilometer dari pesisir selatan Iran.

“Pertempuran-pertempuran baru-baru ini telah memperlihatkan kepada para pakar dan militer di seluruh dunia betapa kosong dan rapuhnya kekuatan militer Amerika, sekaligus mengungkap kebesaran budaya dan perlawanan Iran yang berlandaskan Islam,” kata Sharif.

“Hari ini, seluruh dunia mengakui bahwa pemenang pasti dalam pertempuran yang sulit dan menentukan ini adalah bangsa besar Iran,” ujarnya.

Jenderal IRGC tersebut menambahkan bahwa Iran sudah sangat terbiasa menghadapi sanksi asing dan tidak akan menyerah terhadap kampanye tekanan ekonomi yang diberlakukan setelah Amerika Serikat gagal mencapai tujuan-tujuannya melalui agresi militer terhadap negara tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *