Tepi Barat, Purna Warta – Empat puluh tujuh keluarga Palestina di desa Khirbet Ras al-Ahmar di Tepi Barat utara telah terputus dari dunia luar selama lima hari, setelah tentara rezim Israel menutup jalan terakhir menuju komunitas mereka di tenggara Tubas.
Penutupan ini terjadi setelah “lebih dari dua bulan menutup semua jalan tanah menuju desa tersebut,” kata Thaer Basharat, seorang warga, kepada Anadolu pada hari Sabtu.
Basharat mengatakan pengepungan telah semakin ketat selama sekitar tiga tahun tetapi mencapai tahap kritis lima hari lalu, ketika tentara Israel menggali parit di sisa rute terakhir menuju desa tersebut, yang hanya bisa dilewati oleh ternak dan traktor pertanian.
Dia mengatakan desa tersebut telah diubah menjadi “kandang” yang dikelilingi oleh parit, tembok, dan zona militer.
“47 keluarga di desa tersebut bergantung pada peternakan dan kini tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok atau pakan domba,” tambahnya.
Basharat mengatakan sekitar 360.000 dunam (360.000.000 meter persegi) telah digunakan sebagai lahan penggembalaan bagi para petani di desa tersebut, namun 90% dari lahan tersebut telah disita atau dilarang penggunaannya, sehingga membuat para petani menghadapi kondisi yang sulit.
“Tekanan Israel bertujuan untuk menggusur secara paksa seluruh masyarakat dari desa tersebut,” katanya.
Serangan tentara dan penjajah Israel semakin meningkat terhadap warga Palestina dan harta benda mereka di Tepi Barat sejak perang Gaza pada Oktober 2023. Israel telah menduduki Tepi Barat, termasuk al-Quds Timur, sejak perang Timur Tengah tahun 1967.


