Kepala SNSC Iran Terus Menghasut Perang AS untuk Memperketat Penutupan Selat Hormuz dan Menutup Titik Terjepit Lainnya

Teheran, Purna Warta – Hasutan perang Amerika Serikat yang terus berlanjut terhadap Iran akan memperketat penutupan Selat Hormuz dan menyebabkan penutupan selat dan titik-titik sempit lainnya, kata pejabat tinggi keamanan Iran.

Dalam sebuah pesan yang dikeluarkan pada hari Jumat, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Baqer Zolqadr memperingatkan terhadap kelanjutan sikap suka berperang AS terhadap Republik Islam, termasuk blokade laut ilegal yang diberlakukan Washington terhadap negara tersebut.

Kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman bulan lalu untuk mengakhiri siklus yang timbul dari agresi Amerika-Israel yang tidak beralasan terhadap Republik Islam, yang dimulai pada 28 Februari.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran setuju untuk mengizinkan transit maritim bebas biaya melalui selat tersebut untuk jangka waktu 60 hari.

Sesuai dengan MoU, Republik Islam merancang rute maritim khusus bagi kapal-kapal untuk melintasi titik sempit tersebut, dan memperingatkan kapal-kapal agar tidak menggunakan rute ilegal.

Namun, AS telah berusaha untuk mengawal transit melalui selat tersebut melalui jalur ilegal, sehingga mendorong Republik Islam untuk menghadapi setiap transit yang dipicu oleh Washington melalui titik sempit tersebut dan menutup koridor tersebut sampai Washington mengakhiri campur tangan mereka dalam pergerakan maritim regional.

Zolqadr juga menambahkan bahwa pendekatan permusuhan Washington yang berkepanjangan tidak hanya akan semakin mempersulit penutupan jalur air tersebut, “tetapi juga akan menutup selat dan titik-titik sempit lainnya.”

“Perekonomian global, pasar energi, dan para pemilih di Amerika akan menanggung akibatnya,” ia menyimpulkan seiring meroketnya harga bensin yang terus memberikan dampak buruk pada pembayar pajak Amerika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *