Tehran, Purna Warta – Normalisasi hubungan dengan rezim Israel oleh sejumlah negara Arab di kawasan pesisir selatan Teluk Persia menjadi topik yang dibahas dalam program «Marz-e Vaqe’iyat» (Batas Realitas).
Menurut laporan kantor berita Tasnim, episode terbaru program tersebut membahas isu normalisasi hubungan sejumlah negara Arab di kawasan selatan Teluk Persia dengan rezim Israel.
Alireza Majidi, penanggung jawab meja kawasan pada kelompok analisis perang Tasnim, mengatakan bahwa Kuwait berencana bergabung dengan Abraham Accords (Perjanjian Abraham) dan menormalisasi hubungan dengan Israel dengan tujuan, sebagaimana ia menyebutnya, menciptakan keseimbangan kekuatan dalam menghadapi Iran.
Majidi kemudian mempertanyakan efektivitas pendekatan tersebut. Ia mengatakan, jika normalisasi hubungan dengan Israel dapat memberikan dukungan strategis kepada negara-negara kawasan, maka perlu dipertanyakan apakah Bahrain, yang sebelumnya telah menjalin hubungan dengan Israel, memperoleh bantuan dari Israel selama Perang Ramadan.
Menurut Majidi, masyarakat Kuwait termasuk salah satu masyarakat Arab yang paling menentang Israel. Karena itu, ia berpendapat bahwa hubungan resmi pemerintah Kuwait dengan Israel berpotensi menimbulkan krisis internal di Kuwait, khususnya karena adanya perbedaan antara kebijakan pemerintah dan sikap sebagian besar masyarakatnya.


