Kepala Badan Nuklir Iran: Iran telah Menjadi Kekuatan Regional

Iran: Inspektur IAEA yang Diberhentikan Adalah Mereka dari Negara yang Memiliki Sikap Tidak Bersahabat

Teheran, Purna Warta – Wakil Presiden dan Kepala Badan Nuklir Iran (AEOI), Mohammad Eslami, mengatakan bahwa Republik Islam Iran telah menjadi kekuatan regional yang, bersama dengan persatuan dan ketahanan bangsanya, telah berhasil menggagalkan rencana jahat dan rencana jahat musuh.

Baca juga: Diplomat Senior Iran: AS Ingin Lemahkan Iran untuk Buka Jalan bagi Israel Mendominasi Kawasan

Eslami menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah memo yang diterbitkan pada hari Senin untuk memperingati ulang tahun pertama pembentukan pemerintahan ke-14.

Kepala Badan Nuklir Iran itu menambahkan bahwa negara tersebut menghadapi situasi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ditandai dengan tekanan ekonomi dan politik maksimum yang berkelanjutan, serangan media yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan agresi militer langsung dari rezim Israel dan Amerika Serikat.

“Ini adalah pertama kalinya sejak kemenangan Revolusi Islam, musuh dengan berani dan keliru melancarkan serangan militer langsung ke tanah Iran. Tujuan mereka lebih dari sekadar menyerang infrastruktur nuklir atau pertahanan; mereka bertujuan untuk melemahkan pemerintahan dan rakyat Iran. Serangan ini bertujuan untuk menghancurkan kemampuan pertahanan, nuklir, keamanan, dan penegakan hukum negara secara bersamaan, untuk menciptakan keretakan antara warga negara dan Republik Islam,” tambahnya.

Eslami menekankan, “Dalam situasi saat ini, di bawah bimbingan bijaksana Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Iran telah menjadi kekuatan regional. Kekuatan ini, yang dipadukan dengan persatuan dan keteguhan bangsa kita, telah menggagalkan rencana dan rencana musuh kita.”

Ia menambahkan, “Industri nuklir negara ini merupakan simbol keberhasilan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kita. Di berbagai bidang seperti produksi energi bersih dan berkelanjutan, serta di sektor non-energi seperti kesehatan, pertanian, industri, keselamatan, dan lingkungan, kita beroperasi di garis depan ilmu pengetahuan. Pencapaian ini telah mengukuhkan posisi global Iran. Akibatnya, para penentang kita telah menyatakan ketidakpuasan dan, selama bertahun-tahun, telah berusaha menghalangi industri nuklir kita melalui berbagai cara propaganda, demonisasi, dan tekanan internasional. Namun, berkat rahmat Tuhan, upaya mereka sejauh ini tidak membuahkan hasil dan akan terus tidak efektif di masa mendatang.”

Eslami menekankan, “Hari ini, kita harus berfokus pada solidaritas nasional, keyakinan akan berkah Tuhan, dan keyakinan akan masa depan kita—dibimbing oleh kepemimpinan bijaksana Pemimpin kita, yang mengarahkan revolusi melalui tantangan yang kita hadapi, dan upaya sungguh-sungguh dari Presiden kita yang terhormat, yang slogannya adalah ‘Konsensus Nasional’. Elemen-elemen ini adalah tanda-tanda harapan yang jelas untuk masa depan yang cerah.”

Baca juga: Pezeshkian Desak BRICS untuk Tolak Sanksi Sepihak

“Sebagai abdi negara yang berbakti, saya yakin masa depan Iran tidak akan dibentuk dengan menyerah pada para penindas, melainkan dengan bersandar kepada Tuhan, menaati Sang Pemimpin, dan memastikan persatuan antara pemerintah dan rakyat. Kini, lebih dari sebelumnya, kita harus menganut prinsip bahwa ilmu pengetahuan dan keimanan, beserta perlawanan dan rasionalitas, adalah dua sayap yang akan membantu bangsa Iran melesat menuju masa depan yang cerah,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *