Teheran, Purna Warta – Keamanan yang langgeng di Teluk Persia hanya dapat dicapai melalui kerja sama dan dialog di antara negara-negara pesisir di kawasan tersebut, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menekankan perlunya mengandalkan kapasitas regional lokal daripada intervensi eksternal.
Dalam pidatonya di Konferensi Oseanografi Teluk Persia Internasional ke-6, yang diadakan di kota pelabuhan selatan Iran, Bandar Abbas, pada hari Selasa, Esmaeil Baqaei menyoroti signifikansi geopolitik jalur air tersebut, dengan mengatakan bahwa Teluk Persia bukan hanya wilayah geografis tetapi merupakan bagian integral dari identitas sejarah, budaya, dan peradaban Iran dan bangsa-bangsa di kawasan tersebut.
Menekankan pentingnya stabilitas dan keamanan regional, ia mengatakan keamanan berkelanjutan di Teluk Persia hanya akan terwujud melalui kerja sama, pembangunan kepercayaan, dan dialog antar negara-negara pesisir, menambahkan bahwa mengandalkan kemampuan asli kawasan dapat menggantikan ketegangan dan persaingan yang merusak.
Juru bicara tersebut mencatat bahwa saling menghormati, kepatuhan terhadap aturan internasional, dan fokus pada kepentingan bersama akan meletakkan dasar bagi pembangunan ekonomi, perdagangan, dan sosial di kawasan strategis ini.
Merujuk pada perkembangan geopolitik dan kehadiran aktor-aktor di luar kawasan, Baqaei mengatakan Republik Islam Iran secara konsisten meyakini bahwa kemajuan, keamanan, dan pembangunan di Teluk Persia tidak dapat terwujud tanpa koordinasi dan kerja sama langsung antar negara-negara regional, menekankan bahwa penguatan diplomasi regional tetap menjadi jalan paling efektif untuk mencapai tujuan ini.


