IRGC Jatuhkan Rudal Jelajah AS di Barat Iran

Teheran, Purna Warta – Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengatakan sebuah rudal jelajah AS telah dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara canggihnya di dekat kota barat Khorramabad selama serangan baru Amerika pada Minggu pagi.

Baca juga: Wakil Kepala Angkatan Darat Iran: Musuh Tidak Berani Mendaratkan Pasukan di Pantai Iran

Menurut sebuah pernyataan, rudal jelajah tersebut dicegat oleh sistem pertahanan udara canggih yang baru dikerahkan dari Pasukan Dirgantara IRGC yang beroperasi di bawah jaringan pertahanan udara terintegrasi Iran.

Rudal jelajah tersebut ditembak jatuh di pinggiran Khorramabad, di daerah Dareh Nasb, selama agresi militer teroris AS pada Minggu pagi, tambahnya.

Serangan terbaru ini terjadi ketika Angkatan Bersenjata Iran melancarkan operasi pembalasan terkoordinasi terhadap fasilitas militer AS di seluruh wilayah menyusul serangan baru Amerika di Iran selatan. Dalam fase operasi berturut-turut, IRGC mengatakan pihaknya juga menyerang kapal AS kedua di Selat Hormuz, menghentikannya, dan menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid AS yang strategis di Qatar, menghancurkan pusat perawatan dan perbaikan pesawat tempur serta pusat komando dan kendalinya.

IRGC kemudian mengumumkan serangan rudal besar-besaran terhadap fasilitas pendukung logistik kapal angkatan laut dan kapal induk AS di Pelabuhan Duqm di Oman, sambil menyatakan bahwa tekad yang ditunjukkan oleh bangsa Iran selama prosesi pemakaman yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dihadiri oleh puluhan juta orang kini telah tercermin di medan perang.

Baca juga: Iran Kecam Pencabutan Pengabaian Sanksi Minyak AS

Secara terpisah, Angkatan Darat Iran mengatakan pihaknya meluncurkan gelombang drone bunuh diri terhadap fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain, menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, depot amunisi dan lokasi radar di Kuwait, serta sistem komunikasi militer AS dan instalasi radar di Bahrain. Angkatan Darat memperingatkan bahwa tanggung jawab atas konsekuensi serangan AS yang terus berlanjut dan ketidakamanan yang diakibatkannya di wilayah tersebut akan berada pada “musuh Amerika-Zionis” dan menekankan bahwa agresi lebih lanjut akan memicu respons yang lebih parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *