Iran dan Irak Memiliki Kepentingan dan Aspirasi yang Sama

Teheran, Purna Warta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan komitmen negaranya untuk memperluas kerja sama dengan Irak, dengan mengatakan kedua negara memiliki kepentingan dan aspirasi yang sama.

Baca juga: Iran Akan Tanggapi Setiap Serangan terhadap Infrastrukturnya dengan Targetkan Beberapa Infrastruktur di Kawasan

Berbicara pada hari Rabu saat menerima surat kepercayaan dari duta besar baru Irak untuk Teheran Yasser Abdul-Zahra Al-Hajjaj, Pezeshkian berharap utusan tersebut sukses dalam misinya dan menggambarkan hubungan Iran-Irak jauh melampaui hubungan bertetangga biasa.

Dia menggarisbawahi bahwa memperkuat kemitraan multifaset antara Teheran dan Bagdad mempunyai potensi untuk menjadi model sukses bagi integrasi regional yang lebih luas, mendorong stabilitas dan kohesi yang lebih besar di antara negara-negara tetangga.

Ia menambahkan bahwa kedua negara mempunyai kepentingan, aspirasi, dan tujuan yang sama, sehingga menjadikan kemitraan mereka unik dan abadi, demikian yang dilaporkan situs web kantor kepresidenan.

Presiden menyoroti potensi manusia, alam, dan ekonomi yang sangat besar di kawasan ini dan dunia Islam yang lebih luas, serta menekankan bahwa kerja sama yang lebih besar antar negara-negara kawasan, khususnya negara-negara Muslim, dapat membuka jalan bagi perdamaian, keamanan, kemakmuran, dan pembangunan berkelanjutan.

Pezeshkian menegaskan kembali komitmen Iran untuk memperluas kerja sama dengan Irak dan negara-negara regional lainnya di bidang ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, politik, dan antar masyarakat. Dia mengatakan kolaborasi yang lebih kuat dapat menjadi model keberhasilan integrasi dan kerja sama regional di antara negara-negara Islam.

Merujuk pada besarnya partisipasi masyarakat dalam upacara pemakaman Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah SEED Ali Khamenei yang gugur di Irak, Presiden menggambarkan acara tersebut sebagai manifestasi nyata dari ikatan emosional, agama, dan budaya yang mendalam antara kedua negara. Ia mengatakan, jumlah pemilih yang belum pernah terjadi sebelumnya ini menunjukkan tingkat solidaritas yang mengejutkan banyak pengamat asing dan menggarisbawahi betapa berharganya modal sosial yang dimiliki oleh Iran dan Irak.

Pezeshkian juga menyatakan harapannya bahwa duta besar Irak yang baru akan membantu memperdalam hubungan bilateral dan menciptakan peluang baru untuk kerja sama.

Baca juga: IRGC Menghancurkan Drone MQ-9 AS dalam Gelombang Serangan Balik Baru

Sementara itu, Duta Besar Al-Hajjaj menggambarkan hubungan Teheran-Baghdad sebagai hubungan yang strategis, berakar kuat, dan dibangun atas dasar rasa saling percaya. Dia mengatakan kunjungan Perdana Menteri Irak Ali Falih Kadhim al-Zaidi dan delegasi tingkat tinggi ke Teheran akan memberikan peluang penting untuk memperluas kerja sama bilateral di bidang ekonomi, politik, budaya, dan lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *