IRGC Menghancurkan Drone MQ-9 AS dalam Gelombang Serangan Balik Baru

Teheran, Purna Warta – Korps Pengawal Revolusi Islam melancarkan serangan rudal dan drone babak baru terhadap pangkalan militer AS di Yordania, menghancurkan sepuluh drone MQ-9, merusak dua helikopter angkut berat, dan menimbulkan korban jiwa pada pasukan Amerika sebagai pembalasan atas serangan AS yang terus berlanjut terhadap Iran.

Baca juga: Iran dan Irak Bergerak untuk Memperluas Kerja Sama Peradilan

IRGC mengatakan serangan itu dilakukan selama gelombang ke-25 Operasi Nasr-2 (Kemenangan-2), yang menargetkan pangkalan Raja Faisal dan Pangeran Hassan di Yordania.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Rabu, IRGC mengatakan serangan AS baru-baru ini dilakukan dengan dalih sebagai pembalasan atas ledakan yang melibatkan kapal yang mencoba menggunakan “jalur selatan ilegal” di Selat Hormuz.

Dikatakan bahwa meskipun tidak ada kapal yang mencoba melintasi rute tersebut pada Selasa malam dan tidak ada ledakan yang terjadi, Amerika Serikat tetap melancarkan serangan udara segar dan rudal terhadap lokasi militer dan sipil Iran, yang memicu “tanggapan yang menghancurkan.”

Menurut pernyataan itu, gelombang pertama serangan rudal dan drone Iran menghantam hanggar persiapan F-15 dan fasilitas penyimpanan drone, di mana delapan drone MQ-9 baru dihancurkan sebelum dapat beroperasi, sementara dua drone MQ-9 tambahan yang siap dikerahkan mengalami kerusakan parah.

IRGC menambahkan bahwa serangan lain menimbulkan kerusakan besar pada dua helikopter angkut berat AS yang ditempatkan di hanggar pemeliharaan.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa serangan terhadap fasilitas akomodasi pasukan AS di pangkalan tersebut menewaskan dan melukai sejumlah personel Amerika.

Baca juga: Juru Bicara Iran: Ancaman AS terhadap Situs Nuklir Iran Melanggar Hukum Internasional

IRGC mengatakan operasi pembalasannya akan terus berlanjut sampai AS membayar harga yang mahal karena melanggar perjanjian dan melakukan tindakan agresi.

Pernyataan tersebut memperingatkan bahwa jika Washington terus menyerang Iran, IRGC siap melancarkan operasi yang lebih parah lagi yang akan “menyebabkan duka nasional di Amerika Serikat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *