Teheran, Purna Warta – Kemungkinan besar Iran dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) akan mencapai kesepakatan di Kairo, ungkap seorang sumber yang mengetahui hal tersebut kepada Tasnim.
Baca juga: Serangan Israel Menargetkan Pimpinan Hamas di Qatar
Berbicara kepada Tasnim pada hari Selasa, sumber tersebut mengatakan bahwa pertemuan mendatang antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi di Mesir akan sangat penting.
“Meskipun belum ada yang difinalisasi, ada kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Iran dan IAEA,” ujar sumber tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran tiba di Kairo pada hari Selasa untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat senior Mesir dan kepala IAEA Grossi.
Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, Araqchi akan mengadakan pertemuan dengan Grossi untuk membahas arah interaksi antara Iran dan IAEA dalam situasi baru menyusul serangan militer ilegal yang dilancarkan AS dan rezim Zionis terhadap fasilitas nuklir Iran pada bulan Juni dan undang-undang yang disahkan oleh Parlemen Iran tentang penangguhan kerja sama dengan badan nuklir PBB.
Parlemen Iran mengesahkan RUU pada 25 Juni untuk menangguhkan hubungan dengan IAEA setelah laporan bias dari Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, terhadap Iran membuka jalan bagi resolusi Dewan Gubernur yang mendorong rezim Israel untuk melancarkan perang agresi terhadap Iran dan juga mendorong AS untuk mengebom tiga fasilitas nuklir utama Iran.
Pada 3 September, Araqchi mengatakan Teheran tidak akan memberikan kesepakatan baru apa pun dengan IAEA sebelum negosiasi berakhir.
Baca juga: Menlu Iran di Kairo Akan Bertemu Pejabat Mesir dan Kepala IAEA
“Mengingat perkembangan ini, bagaimana dan dalam kerangka apa Iran dan IAEA harus bekerja sama masih dalam tahap negosiasi, dan faktanya, Badan tersebut sendiri telah sepakat bahwa perkembangan baru memerlukan kerangka kerja sama yang baru,” ujar Araqchi.
“Tidak akan ada kerja sama baru sampai negosiasi selesai,” tegasnya.
Menteri Luar Negeri menekankan bahwa Iran “akan melakukan segalanya” untuk mencegah penerapan kembali sanksi PBB di bawah mekanisme snapback.


