Teheran, Purna Warta – Sumber Hamas mengatakan tim negosiasinya menjadi sasaran serangan Israel di Doha, Qatar sore ini. Ledakan keras terdengar di ibu kota Qatar.
Baca juga:Menlu Iran di Kairo Akan Bertemu Pejabat Mesir dan Kepala IAEA
Otoritas penyiaran Israel, mengutip seorang pejabat senior rezim Israel, melaporkan bahwa ledakan di Qatar tersebut merupakan akibat dari serangan terhadap pejabat senior Hamas.
Seorang sumber senior Hamas mengatakan kepada Al Jazeera bahwa para pemimpin kelompok tersebut telah menjadi sasaran di Doha saat mereka sedang membahas usulan Presiden AS Donald Trump untuk gencatan senjata di Gaza.
Militer Israel telah mengonfirmasi bahwa bekerja sama dengan badan keamanan domestik Shin Bet, angkatan udaranya melakukan upaya pembunuhan terhadap pimpinan Hamas di ibu kota Qatar.
Hamas mengklaim bahwa anggota Hamas yang tidak disebutkan namanya yang diserang telah memimpin kegiatan gerakan tersebut selama bertahun-tahun, dan menambahkan bahwa Hamas akan “terus bertindak untuk mengalahkan Hamas”.
Baca juga: Velayati Mendesak Langkah Praktis yang Cepat untuk Mengakhiri Kejahatan Israel
Serangan itu terjadi beberapa hari setelah Panglima Angkatan Darat Israel Eyal Zamir mengancam akan membunuh para pemimpin Hamas yang tinggal di luar negeri, dan beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengklaim bahwa rezim Israel telah menerima proposal gencatan senjata Gaza yang diajukan oleh AS.


