Iran Bantah Propaganda Bergaya Nazi soal Jumlah Korban Tewas dalam Kerusuhan

kerusuhan

Tehran, Purna Warta – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, menepis klaim terbaru yang menyebutkan bahwa sekitar 30.000 korban tewas dalam kerusuhan yang didukung asing baru-baru ini di negara tersebut.

Baghaei mengatakan pada hari Minggu (25/01/2026) bahwa angka tersebut, yang muncul dalam sebuah unggahan terbaru di X oleh Open Source Intel, mengingatkan pada metode yang digunakan di Jerman Nazi di bawah Adolf Hitler, yang mengandalkan pengulangan tanpa henti dari sebuah “Kebohongan Besar”.

“Sebuah KEB0HONGAN BESAR ala Hitler: bukankah ini jumlah orang yang mereka rencanakan untuk dibunuh di jalan-jalan Iran?!” ujar Baghaei dalam unggahan di akun X miliknya.

Ia merujuk pada laporan yang menuduh para perusuh yang didukung asing berupaya membunuh sejumlah besar warga sipil dan kemudian menyalahkan pemerintah.

“Mereka gagal, dan sekarang mereka mencoba MEMALSU-kannya di media. Benar-benar kejam!” lanjut unggahannya.

Data resmi pemerintah Iran melaporkan bahwa lebih dari 3.000 korban tewas dalam kerusuhan dan aksi terorisme di berbagai kota dan wilayah pada awal Januari.

Kerusuhan meningkat pada 8 Januari dan berlanjut selama beberapa hari, menyusul aksi protes damai di bazar dan pasar Iran, di mana para pedagang menuntut tindakan pemerintah untuk menghentikan merosotnya nilai rial Iran.

Kekerasan tersebut mengakibatkan kerusakan besar pada properti publik dan swasta, dengan penghancuran luas terhadap toko-toko, lembaga pemerintah, serta fasilitas layanan publik.

Otoritas Iran menyatakan bahwa badan intelijen Amerika Serikat dan Israel terlibat langsung, dengan memberikan pendanaan, pelatihan, dan dukungan media kepada para perusuh dan teroris bersenjata yang beraksi di jalan-jalan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *