Hizbullah Meningkatkan Serangan terhadap Pasukan Israel di Lebanon Selatan

Beirut, Purna Warta – Gerakan perlawanan Hizbullah mengumumkan melakukan dua lusin serangan militer terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan selama sehari terakhir.

Hizbullah mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka melakukan 24 operasi militer selama 24 jam terakhir yang menargetkan pasukan Israel, kendaraan militer dan posisi di Lebanon selatan.

Gerakan tersebut mengatakan bahwa serangan tersebut termasuk serangan pesawat tak berawak dan serangan roket dan terjadi sebagai tanggapan atas pelanggaran terus-menerus Israel terhadap gencatan senjata dan serangan terhadap warga sipil dan kota.

Dalam serangkaian pernyataannya, mereka mengatakan beberapa serangan terfokus di kota Haddatha, di mana para pejuangnya terlibat dalam serangan pasukan Israel dan unit-unit lapis baja dalam salah satu pertempuran terberat dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Hizbullah, serangan pesawat tak berawak berulang kali menargetkan konsentrasi pasukan dan posisi militer Israel, sementara setidaknya empat tank Merkava dan dua buldoser D9 juga diserang dalam operasi terpisah, Anadolu Agency melaporkan.

Gerakan ini juga mengatakan para pejuangnya menghadapi pasukan Israel yang bergerak menuju Haddatha dan menargetkan unit pendukung dengan tembakan artileri dan roket selama hampir 30 menit.

Lebih lanjut dikatakan bahwa mereka menargetkan drone Hermes 450 Israel di sektor tengah dengan rudal permukaan-ke-udara.

Pada hari Rabu, tentara rezim Israel mengumumkan bahwa tujuh tentara, termasuk dua perwira, terluka setelah sebuah pesawat tak berawak yang meledak jatuh di Lebanon selatan.

Dikatakan bahwa seorang tentara wanita menderita luka serius sementara dua perwira dan dua tentara terluka sedang. Dua tentara tambahan menderita luka ringan.

Serangan Israel di Lebanon terus berlanjut meskipun ada gencatan senjata yang secara resmi mulai berlaku pada 17 April dan kemudian diperpanjang hingga awal Juli.

Sejak 2 Maret, Israel telah melakukan serangan besar-besaran di Lebanon yang telah menewaskan 3.073 orang, melukai 9.362 lainnya dan membuat lebih dari 1,6 juta orang mengungsi, sekitar seperlima dari populasi negara itu, menurut para pejabat Lebanon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *