Harta Rampasan Keluarga Pahlavi Ditaksir US$165 Miliar

Harta Rampasan Keluarga Pahlavi Ditaksir US$165 Miliar

Purna Warta Keluarga Pahlavi disebut telah menjarah setidaknya US$33 miliar dari Iran sekitar lima dekade lalu. Jika disesuaikan dengan nilai dolar era 1970-an—yang diperkirakan bernilai sekitar lima kali lipat dibandingkan saat ini—jumlah tersebut setara dengan kurang lebih US$165 miliar pada nilai sekarang.

Penjarahan itu terjadi pada periode ketika harga minyak baru meningkat dalam enam tahun terakhir masa kekuasaan mereka, sementara pada tahun-tahun sebelumnya harga minyak relatif rendah. Meski demikian, kekayaan negara disebut tetap dialihkan ke rekening pribadi keluarga penguasa.

Transfer Aset Saat Kekuasaan Melemah

Sebagai kepala negara, Mohammad Reza Shah dituding memindahkan dana negara ke jaringan rekening pribadi di berbagai negara seiring meningkatnya kemungkinan kejatuhannya. Dana dan aset tersebut, menurut laporan, disebar melalui perantara dan disimpan atas nama samaran, termasuk di bank-bank Swiss tertentu.

Keluarga Pahlavi sebelumnya juga pernah melarikan diri dari Iran pada masa pemerintahan Mohammad Mosaddegh, dan disebut menggunakan metode serupa untuk menyembunyikan aset. Setelah pengasingan, sebagian pihak yang memegang dana dan properti atas nama mereka menolak mengembalikannya, bahkan menyimpannya untuk kepentingan pribadi. Beberapa negara juga menyita aset tersembunyi milik Pahlavi.

Skala Kekayaan dan Masalah Pengelolaan

Meski sebagian aset hilang atau disita, jumlah kekayaan yang tersisa disebut masih sangat besar. Namun, sumber menilai persoalan utama bukan hanya pada skala penjarahan, melainkan ketidakmampuan keluarga Pahlavi dalam mengelola aset tersebut—sebuah kelemahan yang disebut mencerminkan kegagalan mereka dalam tata kelola negara.

Satu-satunya figur yang dinilai aktif mengelola jaringan ini adalah Ashraf Pahlavi, saudari Mohammad Reza Shah, yang pada masa kekuasaan kakaknya disebut terlibat dalam jaringan penyelundupan narkotika.

Warisan Kekayaan dan Jaringan Politik

Adapun Reza Pahlavi dan anggota keluarga lainnya disebut menyerahkan pengelolaan sisa kekayaan tersebut kepada Amerika Serikat dan jaringan organisasi Pahlavi, dengan imbalan gaji bulanan. Dalam skema ini, sejumlah individu diklaim menerima dana untuk aktivitas politik dan kampanye opini.

Sebagai contoh, Ehsan Karami, mantan presenter televisi, disebut menerima pendanaan untuk mewakili organisasi Pahlavi dalam merekrut figur publik dan mantan seniman. Dana tersebut, menurut klaim, digunakan untuk aktivitas media sosial—termasuk unggahan berbayar—yang bersumber dari kekayaan yang dituding berasal dari penjarahan aset Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *