Teheran, Purna Warta – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan kembali dukungannya yang teguh terhadap front Perlawanan, dan bersumpah untuk melanjutkan perjuangan hingga pembebasan Al-Quds yang suci.
Baca juga: Larijani Peringatkan Respons Tegas Iran terhadap Agresi Israel
Dalam sebuah pernyataan yang menandai peringatan pertama gugurnya para pemimpin Hizbullah dan komandan senior Garda Revolusi Islam Iran , Jenderal Abbas Nilforoushan, dalam serangan udara Israel di Lebanon, IRGC menggarisbawahi bahwa keamanan dan martabat di dunia Islam berakar pada pengorbanan para pejuang perlawanan, bukan kompromi dengan musuh-musuh Islam.
Pernyataan tersebut menyoroti tujuh poin kunci:
1. Keamanan melalui pengorbanan: Keselamatan dan kehormatan bangsa-bangsa Muslim telah terjamin melalui pengorbanan para pejuang perlawanan, bukan melalui kompromi politik.
2. Perlawanan sebagai satu-satunya pilihan rasional: Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa perlawanan adalah satu-satunya strategi efektif melawan ekspansionisme AS dan Zionis.
3. Budaya perlawanan yang tak terhancurkan: Meskipun kejahatan Israel semakin intensif, perlawanan terbukti tangguh, tumbuh semakin kuat sebagai kekuatan budaya dan ideologis di kawasan.
4. Para pemimpin yang gugur sebagai murid revolusi: Sayyid Hassan Nasrallah dan Sayyid Hashem Safieddine digambarkan sebagai murid teladan Imam Khomeini dan Ayatollah Khamenei, yang mengubah perlawanan menjadi simbol martabat Islam dan kekuatan strategis.
5. Dukungan untuk Sheikh Naim Qassem: Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan dukungan penuh atas kepemimpinan Sheikh Qassem di Hizbullah setelah gugurnya para pemimpin seniornya.
6. Kegagalan konspirasi AS-Israel: Upaya berulang kali untuk melemahkan atau melenyapkan perlawanan berakhir dengan penghinaan bagi musuh, sementara perlawanan justru semakin kuat.
Baca juga: Araghchi: Pengembalian Resolusi yang telah Kedaluwarsa Berdasarkan Resolusi 2231 Batal demi Hukum
7. Misi abadi IRGC: IRGC menegaskan kembali bahwa mendukung perlawanan di seluruh kawasan tetap merupakan tugas ilahi dan nasional, dan akan terus berlanjut hingga pembebasan Palestina sepenuhnya.
IRGC akhirnya menekankan bahwa gugurnya para pemimpin perlawanan menandai titik balik dalam kebangkitan Islam dan perjuangan anti-Zionis, menyerukan semua negara di kawasan untuk tetap waspada dan bersatu. “Masa depan kawasan ini bergantung pada kemauan rakyatnya, dan kemauan mereka berlandaskan pada kekalahan musuh dan kemenangan mutlak perlawanan,” demikian kesimpulan pernyataan tersebut.


