CSIS: Membangun Kembali Persediaan Amunisi AS Akan Memakan Waktu Hingga 4 Tahun

Persediaan Amunisi

Purna WartaKekhawatiran terkait status persediaan amunisi AS semakin meningkat seiring munculnya laporan tentang pengeluaran besar rudal Tomahawk, Patriot, dan rudal lainnya dalam perang melawan Iran.

Dinukil dari CSIS (Pusat Studi Strategis & Internasional), analisa tujuh amunisi utama menunjukkan bahwa AS memiliki cukup persediaan rudal untuk melanjutkan perang ini dalam skenario apa pun. Namun, resikonya teletak pada perang di masa depan yang mungkin akan terjadi di mana AS akan mengalami kekurangan amunisi parah.

Berikut bagan amunisi yang digunakan AS dalam perang melawan Iran berikut perbandingannya:

Amunisi Biaya (USD) Jumlah Persediaan Sebelum Perang Jumlah Persediaan Sesudah Perang Iran Jumlah Distribusi (per bulan)
Tomahawk 2,6 Juta 3.100 1.000+ 47
JASSM 2,6 Juta 4.400 1.100+ 48
PrSM 1,6 Juta 90 40-70 46
SM-3 28,7 Juta 410 130-370 64
SM-6 5,3 Juta 1.160 190-370 53
THAAD 15,5 Juta 360 190-290 53
Patriot 3,9 Juta 2.330 1.060-1.430 42

 

Dalam gempuran udara dan rudal terhadap Iran sebelum gencatan senjata, pasukan AS banyak menggunakan tujuh amunisi diatas. Untuk empat di antaranya, AS menghabiskan lebih dari setengah persediaan sebelum perang. Membangun kembali persediaan tersebut hingga tingkat sebelum perang untuk tujuh amunisi tersebut akan memakan waktu satu hingga empat tahun. Rudal-rudal memiliki peran penting lainnya untuk potensi konflik di Pasifik Barat. Sebelum perang Iran sekalipun, persediaan amunisi ini dianggap tidak cukup dalam skenario potensi pertempuran melawan pesaing besar. Kekurangan itu kini menjadi memburuk dan membangun persediaan hingga tingkat yang memadai untuk perang dengan Tiongkok akan membutuhkan waktu lebih.

Berkurangnya persediaan juga akan memengaruhi pasokan rudal Patriot, Terminal High Altitude Area Defenses (THAAD) dan Precision Strike Missiles (PrSM) ke Ukraina dan sekutu lain yang menggunakannya. Adanya negara-negara lain yang juga menggunakan sistem ini menciptakan persaingan dalam produksi, antara memenuhi kebutuhan sendiri atau memenuhi pesanan-pesanan sekutu.

Banyak dari sistem ini dibatasi oleh kapasitas produksi, kontrak, perakitan dan distribusi sehingga membatasi jumlah amunisi yang bisa ditambahkan dalam persediaan. Produksi amunisi boleh jadi berjumlah tinggi, namun penyelesaian kontrak, urusan administrasi, perakitan hingga distribusi membutuhkan perhatian tersendiri yang pada akhirnya membatasi jumlah akhir dalam distribusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *