Teheran, Purna Warta – Buku berjudul “Referendum di Palestina”, yang menampilkan pandangan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei tentang rencana Iran untuk menangani isu Palestina, telah diluncurkan di Pameran Buku Internasional Baghdad ke-26.
Versi bahasa Arab buku ini diluncurkan pada hari Minggu bersamaan dengan konferensi bertajuk “Palestina dalam Hati Nurani Kemanusiaan” di ibu kota Irak, Baghdad.
Buku Ayatollah Khamenei ini menyajikan konsep referendum sebagai pendekatan yang rasional, dapat diterima, dan beradab untuk menyelesaikan masalah Palestina.
Tema-tema utama meliputi keharusan bagi penduduk non-pribumi untuk kembali ke tempat asal mereka, hak untuk memilih bagi semua warga Palestina termasuk Muslim, Kristen, dan Yahudi pribumi, serta kelanjutan perjuangan komprehensif hingga penjajah Israel tunduk pada kehendak rakyat Palestina.
Upacara peresmian dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka, termasuk Seyyed Jassem Al-Jazaeri, seorang profesor di Universitas Internasional Al-Mustafa, Mohammed Al-Hafi, kepala hubungan Arab dan Islam untuk kantor Hamas di Irak, Aziz Panah, Wakil Duta Besar Iran untuk Irak, Sheikh Abu Aqil Al-Kadhimi, mantan kepala Unit Mobilisasi Rakyat Irak (PMU), Mohammad Akhgari, Wakil Presiden Urusan Internasional Institut Penelitian dan Kebudayaan Revolusi Islam, dan ayah dari martir Ahmed al-Muhnna dan Asmahan Jumaa, salah satu veteran Gaza yang terluka.
Baca juga: Universitas-universitas Global Memutus Hubungan dengan Institusi Israel Terkait Genosida Gaza
Ayatollah Khamenei adalah orang pertama yang mengusulkan penyelenggaraan referendum yang diikuti oleh seluruh rakyat Palestina untuk menentukan sistem politik masa depan mereka, di dalam perbatasan sebelum pendudukan 1948, sebagai solusi atas masalah Palestina. Kebijakan Iran menekankan bahwa apa yang disebut solusi dua negara tidak dapat diterima untuk menyelesaikan krisis Palestina, dan bahwa seluruh tanah adalah milik Palestina.


