Anggota Armada Global Shomoud: Kami Siap Hadapi Setiap Serangan Israel

siap

Al-Quds, Purna Warta – Di tengah meningkatnya serangan brutal rezim Zionis terhadap rakyat Gaza dan lemahnya sikap sebagian pemerintah dunia dalam menghadapi pembantaian tersebut, gelombang baru solidaritas global tetap terbentuk meski ada upaya untuk membungkamnya melalui armada global Shomoud .

Ketika para pendukung regional dan internasional rezim Zionis melegitimasi pengepungan Gaza melalui diamnya mereka, armada global Shomoud kini sedang bergerak menuju Gaza.

Konvoi laut ini terdiri dari puluhan kapal dan ratusan aktivis hak asasi manusia serta pejuang kebebasan dari 44 negara, dengan tujuan mematahkan pengepungan kejam Gaza serta menyalurkan bantuan mendesak kepada rakyatnya — sebuah langkah penting dalam membangkitkan nurani kemanusiaan dunia.

“Kami Berangkat Tanpa Senjata, Hanya dengan Hati Nurani”

Ekbal Gurpinar, presenter populer asal Turki sekaligus aktivis HAM yang kini berada di Tunisia, mengatakan:
“Kami sebagai armada global Shomoud berangkat dari 44 negara menuju Gaza — tempat di mana selama dua tahun terakhir terjadi genosida, penindasan, dan tragedi kemanusiaan. Kami datang untuk menjadi harapan bagi rakyat Palestina dan, dengan izin Tuhan, menjadi penyembuh bagi rakyat Gaza.”

“Kami datang untuk mematahkan pengepungan ini. Kami berangkat dengan hati nurani yang bersih dan tanpa senjata apa pun. Satu-satunya kekuatan kami adalah hati nurani kami, dan juga dukungan kalian semua di media serta upaya kalian mendesak pemerintah agar membela kami. Itulah satu-satunya senjata kami.”

“Berbeda dari Upaya Sebelumnya”

Aktivis itu menekankan bahwa sejak 2006 banyak upaya dilakukan untuk menembus blokade Gaza, sebagian berhasil meski jumlahnya terbatas. Namun, kali ini, katanya, berbeda:
“Kapal-kapal dari 44 negara berlayar bersama. Ada yang kecil, besar, bahkan kapal layar. Tidak mudah bagi mereka untuk menyerang kita semua sekaligus. Meski mungkin mereka tetap akan melakukannya — bukankah mereka pernah menyerang kapal Mavi Marmara pada 2010, meski itu berada di perairan internasional dan tanpa senjata? Saat itu kami kehilangan para syuhada.”

“Kami Siap untuk Semua Skenario”

Gurpinar menambahkan:
“Israel mungkin menyerang. Ada banyak skenario dan kami sudah mendapat pelatihan di Tunisia untuk semua itu. Kami tidak akan pernah merespons dengan kekerasan. Kami berlindung kepada Allah Yang Maha Tinggi. Bukankah Allah berfirman dalam Al-Qur’an: ‘Hanya kepada-Ku kamu takut’? Maka hanya kepada-Nya kami takut.”

“Hati Rakyat Iran Bersama Kami”

Ia menegaskan bahwa ia percaya hati rakyat Iran juga bersama mereka:
“Aku benar-benar merasakan penderitaan kalian. Perang dan sanksi yang menimpa kalian adalah harga dari pembelaan kalian terhadap Gaza dan Masjid al-Aqsa. Wahai bangsa berhati besar, aku menghormatimu.”

Seruan kepada Dunia

Aktivis itu menyerukan agar masyarakat dunia terus menyuarakan dukungan:
“Kami semua telah merekam video permintaan bantuan untuk dikirimkan kepada pemerintah kami. Jika kami diculik, diperlakukan secara ilegal, atau disiksa, tolong desak pemerintah kalian melindungi kami. Pengepungan Gaza harus diakhiri.”

Ia juga menyampaikan pesan khusus:
“Kepada orang-orang Yahudi non-Zionis, tolong hentikan langkah-langkah Netanyahu. Dengan izin Allah, Gaza, Masjid al-Aqsa, al-Quds, dan Palestina akan bebas tanpa penderitaan, dan rakyatnya akan kembali memiliki tanah air.”

“Terima kasih. Semoga Allah melindungi kalian semua.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *