Jakarta, Purna Warta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menantang para profesor untuk mengajar murid di jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Tantangan ini disampaikannya di hadapan dosen, guru besar, dan profesor Universitas Negeri Makassar pada Sabtu (2/8/2025).
Baca juga: Panen Perdana Lobster di Batam: Gibran dan Titiek Soeharto Dukung Peningkatan Budidaya
Menurut Mendikdasmen, tantangan ini muncul setelah ia mengetahui beberapa perguruan tinggi memiliki program khusus mengajar di sekolah. Salah satu contoh yang ia sebut adalah program “Profesor Mengajar di Sekolah” dari Universitas Gadjah Mada (UGM). “UGM punya program namanya ‘Profesor Mengajar di Sekolah’. Saya kira sangat bagus kalau para profesor itu supaya dapat remun (remunerasi atau imbalan tambahan) itu mengajar di sekolah,” tutur Mu’ti.
Lebih lanjut, Menteri Mu’ti tidak hanya menantang para profesor untuk mengajar di sekolah dasar dan menengah, tetapi juga di jenjang TK. Menurutnya, mengajar di TK adalah profesi yang tidak mudah, namun menyenangkan dan penuh tantangan.
“Bahkan kalau perlu profesor itu mengajar di TK, karena menjadi guru TK itu adalah profesi yang paling menyenangkan dan profesi yang paling menantang,” tantangnya.
Menteri Mu’ti menyambut baik jika ada dosen atau guru besar dari UNM yang tertarik mengajar di TK. Ia menilai langkah ini tidak hanya sekadar pengabdian, tetapi juga ajang pembuktian ilmu para profesor. “Karena itu, kalau para dosen, para guru besar di UNM ini berkenan mengajar di TK, kami akan senang hati. Jadi jangan hanya teori saja, buktikan Bapak-Ibu profesor lebih hebat dari guru TK,” imbuhnya.
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Pelajar Jangan Ikut Demonstrasi, Prioritaskan Sekolah
Ia juga menambahkan bahwa para profesor tidak perlu khawatir soal masalah remunerasi jika ingin mengajar di TK. “InsyaAllah kalau soal remun itu gampang kalau mau ngajar di TK. Kami sering bercanda di kampus itu, kalau guru, dosen ini enggak ada remun, akhirnya remuk. Remun ini harus ada,” tegasnya.


