Jakarta, Purna Warta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (MKP) sukses menggelar panen perdana lobster di Balai Prasarana Budidaya Perairan (BPBL) Kota Batam. Acara ini dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto.
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Pelajar Jangan Ikut Demonstrasi, Prioritaskan Sekolah
Gibran menyampaikan apresiasinya atas kerja keras Trenggono dan dukungan Komisi IV DPR. Ia menyoroti cepatnya hasil yang dicapai, mengingat modeling budidaya lobster di Batam baru diresmikan pada Oktober tahun lalu. “Ini terima kasih sekali untuk kerja keras bapak, ibu semua. Ini baru diresmikan tahun lalu. Dan tahun ini sudah ada hasilnya,” kata Gibran.
Ia meminta agar KKP terus meningkatkan dan mengaplikasikan model budidaya lobster serupa di daerah lain. Selain itu, Gibran mendorong keterlibatan lebih banyak generasi muda dalam kegiatan riset dan pengembangan (R&D). “Ini ke depan mohon ditingkatkan, dan sekali lagi mohon diaplikasikan juga model-model seperti ini di tempat-tempat lain. Ini saya lihat juga banyak mahasiswa ya. Ini mohon banyak libatkan lagi anak-anak muda untuk R&D, libatkan stakeholder lokal,” jelasnya.
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi upaya KKP dalam mengembangkan budidaya lobster sebagai langkah pencegahan penyelundupan benih bening lobster (BBL). Ia menekankan bahwa budidaya ini dapat meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
“Selama ini benih-benih lobster itu diekspor baik resmi maupun diselundupkan. Nah ini nilai tambahnya tidak ada di kita, tapi sekarang ini kita bisa lakukan sendiri, jadi value added-nya ada di sini. Ke depan, kita minta supaya tidak ada lagi penyelundupan BBL. Jadi ini supaya dicegah karena kita sudah bisa membesarkan sendiri,” ujar Titiek.
Baca juga: Tanggapan Positif DPR Atas Tuntutan Rakyat Merupakan Awal dari Konsolidasi Demokrasi
Menteri Sakti Wahyu Trenggono menambahkan, potensi ekonomi kelautan Indonesia sangat besar. Namun, saat ini Indonesia baru menguasai sekitar US5 miliar dari total pasar *seafood* dunia yang mencapai US414 miliar. “Pasar seafood dunia itu tidak kurang dari US$ 414 miliar. Indonesia eksportnya baru US$ 5 miliar, jadi sangat kecil sekali. Padahal potensi ekonomi kita di sektor ini sangat besar,” kata Trenggono.
Pada panen perdana ini, sebanyak 7.166 ekor lobster dengan berat kurang lebih 1,7 ton berhasil dipanen. Hasil ini berasal dari 33 ribu benih lobster yang dibudidayakan. Pembangunan modeling di Batam ini merupakan percontohan budidaya lobster terintegrasi yang mencakup seluruh proses, mulai dari hulu (pembibitan), on-farm (pembesaran), hingga hilir (penyimpanan dan pengolahan).


