Jakarta, Purna Warta – Pemerintah berencana memperluas cakupan program Sekolah Rakyat untuk menjangkau lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menargetkan, tahun ini akan ada 165 unit Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi.
Baca juga: Kementerian Keuangan Ajukan Pagu Anggaran Rp 52 Triliun untuk 2026
Secara jangka panjang, Prabowo memiliki target ambisius untuk membuka 500 unit Sekolah Rakyat. Bahkan, pada tahun depan, rencananya akan ada tambahan 100 sekolah baru.
“Tahun depan akan akan kita tambah 100 lagi ya, 100 lagi terus tiap tahun, sasaran kita 500 sekolah. Jadi, Sekolah Rakyat akan hadir di titik-titik, kantung-kantung rakyat kita yang paling tertinggal,” papar Prabowo saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Margaguna, Jakarta Selatan.
Saat ini, program Sekolah Rakyat baru bisa dinikmati oleh masyarakat di desil ekonomi tingkat 1 dan 2. Ke depannya, program ini direncanakan akan diperluas hingga mencakup anak-anak dari keluarga di desil 3, 4, dan 5. Dengan demikian, layanan pendidikan gratis ini tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem, tetapi juga bagi keluarga kelas menengah.
“Sekolah Rakyat akan hadir bagi rakyat kita yang paling ekonominya susah, kalau istilah statistik desil 1 dan 2. tapi saya sedang juga merencanakan untuk desil 3, 4, dan 5, ini sedang kita rencanakan,” tegas Prabowo.
Prabowo menyatakan bahwa program ini merupakan investasi besar untuk mengejar ketertinggalan sumber daya manusia Indonesia dari negara lain. Ia juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan pemberantasan korupsi untuk mendanai investasi di bidang pendidikan.
“Jadi sekarang kita all out. Kita mau hemat, kita mau selamatkan sumber daya kita. Kita harus berantas korupsi, sisa uang yang begitu banyak kita investasi kepada pendidikan, anak-anak kita yang merupakan masa depan kita,” ujarnya.
Untuk mendukung perluasan program ini, anggaran Sekolah Rakyat akan ditingkatkan secara signifikan. Tahun ini, alokasi anggarannya sebesar Rp 7 triliun, yang diberikan kepada Kementerian Sosial sebagai pemimpin program dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembangunan serta revitalisasi sekolah.
Baca juga: Pramono Tekankan Jaga Jakarta kepada RT, RW, dan Kelurahan
Pada tahun depan, anggaran Sekolah Rakyat direncanakan akan melonjak menjadi Rp 24,9 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 20 triliun akan digunakan khusus untuk pembangunan sekolah baru, sementara sisanya dialokasikan untuk operasional.


