Jakarta, Purna Warta – Pemerintah resmi meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Minggu (12/7/2026).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, gerakan ini bertujuan memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan.
“Pada hari ini kita memulai di ruang satuan pendidikan, khususnya di bawah Kementerian Agama, yaitu di pesantren dan di madrasah. Kemudian besok, kita akan secara nasional juga me-launching gerakan ini bersama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Malang,” kata Pratikno.
Pratikno menjelaskan, pemerintah mendorong terciptanya lingkungan yang kondusif bagi anak di empat ranah utama, yaitu lingkungan keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital. Untuk tahap awal, gerakan ini difokuskan pada lembaga pendidikan keagamaan sebelum diperluas secara nasional.
Pratikno mengungkapkan, gerakan ini bukan sekadar agenda sosialisasi formal, melainkan sebuah gerakan nyata yang menuntut kerja keras semua pihak untuk menjauhkan anak dari segala bentuk ancaman kekerasan.
“Anak harus terhindar dari kekerasan, baik itu kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan seksual, dan juga kekerasan di ruang digital,” tegasnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar berkomitmen mendukung program ini, dengan menyatakan 42.000 pondok pesantren dan sekitar 80.000 madrasah di seluruh Indonesia siap menjalankan komitmen ini, dan berharap tidak lagi terjadi kekerasan di institusi pendidikan.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menambahkan bahwa gerakan ini merupakan realisasi dari PP Tunas 17 Nomor 2025 dan Perpres Nomor 87 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring.
“Ini bukan sekadar program, tapi ini adalah membangun kesadaran kita semua di seluruh Indonesia agar anak-anak kita benar-benar merasa nyaman dan aman,” ujarnya.


