Al-Quds, Purna warta – Empat pemukim Israel ditangkap oleh kepolisian Israel setelah diduga menyerang tim jurnalis CNN yang sedang melakukan peliputan di Tepi Barat yang diduduki.
Dalam pernyataan resminya, kepolisian Israel menyebutkan bahwa petugas dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut. Polisi kemudian mengamankan jalur evakuasi bagi para jurnalis dan menahan empat orang yang diduga terlibat dalam penyerangan serta perusakan kendaraan yang digunakan awak media asing.
Menurut laporan CNN, insiden terjadi ketika tim peliputnya berada di sekitar Desa Sinjil, di utara Ramallah, untuk meliput situasi di wilayah tersebut. Saat hendak meninggalkan lokasi, kendaraan yang mereka tumpangi dihadang oleh sekelompok pemukim.
CNN melaporkan bahwa empat pemukim tersebut memblokade jalan menggunakan kendaraan mereka sehingga rombongan jurnalis tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Dalam laporannya, CNN menyebut para pelaku membawa tongkat kayu, batang logam, dan batu. Salah seorang di antaranya juga dilaporkan membawa pisau dan berusaha menusuk ban kendaraan yang ditumpangi awak media.
Kepolisian Israel menyatakan bahwa keempat tersangka telah diamankan untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan mereka dalam insiden tersebut.
Kekerasan yang melibatkan pemukim Israel di Tepi Barat meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Palestinian Colonization and Wall Resistance Commission, sepanjang paruh pertama tahun ini tercatat 3.488 insiden yang melibatkan serangan pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka. Otoritas Palestina menyatakan bahwa insiden-insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 17 warga Palestina meninggal dunia.
Sejak Oktober 2023, otoritas Palestina melaporkan peningkatan operasi militer Israel dan kekerasan oleh pemukim di Tepi Barat yang mengakibatkan lebih dari 1.100 warga Palestina tewas, ribuan lainnya mengalami luka-luka, serta puluhan ribu orang ditangkap. Angka-angka tersebut berasal dari lembaga resmi Palestina dan belum tentu sejalan dengan data yang disampaikan oleh otoritas Israel.
Sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional, termasuk Amnesty International, Human Rights Watch, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berulang kali menyatakan keprihatinan atas meningkatnya kekerasan oleh pemukim di Tepi Barat serta menyerukan perlindungan yang lebih efektif terhadap warga sipil dan akuntabilitas bagi para pelaku. Di sisi lain, pemerintah Israel menyatakan bahwa tindakan kriminal oleh individu akan diproses sesuai hukum, sembari menegaskan bahwa pasukan keamanan tetap berupaya menjaga keamanan di wilayah tersebut.
Insiden yang menimpa tim CNN kembali menyoroti tantangan yang dihadapi jurnalis internasional saat meliput konflik di wilayah pendudukan. Organisasi-organisasi kebebasan pers secara konsisten menegaskan bahwa wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik harus memperoleh perlindungan sesuai hukum humaniter internasional dan tidak boleh menjadi sasaran intimidasi maupun kekerasan.


