Dukungan terhadap Israel di Kalangan Demokrat Menurun

Dukungan

Washington, Purna Warta – Reuters melaporkan bahwa Khanna merupakan anggota Partai Demokrat kedua yang mengunjungi wilayah tersebut dalam pekan yang sama. Sebelumnya, Rahm Emanuel, mantan Kepala Staf Presiden Barack Obama dan mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, menyatakan bahwa kebijakan Israel terhadap warga Palestina berpotensi melemahkan dukungan masyarakat Amerika terhadap hubungan strategis AS-Israel.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2028, Khanna mengatakan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan secara serius dan kunjungan ke Tepi Barat semakin memperkuat pertimbangannya tersebut.

Isu kebijakan Israel terhadap Palestina kini menjadi salah satu perdebatan penting di internal Partai Demokrat menjelang pemilihan sela Amerika Serikat. Sejumlah anggota partai menghadapi tantangan politik dari kandidat progresif yang menilai mereka terlalu mendukung pemerintahan Israel.

Berdasarkan hasil survei Reuters/Ipsos, tingkat simpati terhadap Israel di kalangan pemilih Partai Demokrat dilaporkan menurun dari sekitar 59 persen pada tahun 2018 menjadi sekitar 22 persen pada Mei tahun ini.

Meskipun hubungan Amerika Serikat dan Israel selama beberapa dekade memperoleh dukungan bipartisan, semakin banyak anggota Kongres dari Partai Demokrat yang mulai menyerukan peninjauan kembali bantuan militer tahunan Amerika Serikat kepada Israel yang bernilai sekitar 3,8 miliar dolar AS.

Khanna menyatakan bahwa menurut pandangannya, isu Palestina, Gaza, dan Israel telah berkembang menjadi persoalan moral yang mendasar. Ia menambahkan bahwa selama kunjungannya ke Tepi Barat, ia ingin melihat secara langsung kondisi masyarakat Palestina di wilayah yang diduduki sejak perang tahun 1967.

Dalam pernyataannya, Khanna juga mengkritik berbagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina. Sementara itu, pemerintah Israel secara konsisten menolak tuduhan melakukan genosida di Gaza maupun menerapkan sistem apartheid di Tepi Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *