Jakarta, Purna Warta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa paparan partikel halus PM2,5 dari asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2,5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA,” kata Budi, dalam keterangan pers, Sabtu (22/8/2026).
Budi menjelaskan bahwa PM2,5 adalah partikel udara hasil pembakaran hutan dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer yang sangat berbahaya karena mampu terhirup hingga ke rongga terdalam paru-paru.
Paparannya kerap memicu iritasi mata, tenggorokan gatal, sesak napas, hingga memperburuk kondisi penyakit paru kronis, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru.
“Masker adalah garis pertahanan pertama yang paling mudah diakses masyarakat ketika langit mulai kelabu tertutup asap,” imbuh Menkes.
Berdasarkan Data Kemenkes hingga Jumat (21/8/2026), karhutla telah menyebar sampai dengan 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi, dengan sekitar 3 juta jiwa di 37 kabupaten/kota terpapar langsung oleh kabut asap.
Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala pernapasan ringan dan segera mencari pertolongan medis ke puskesmas atau rumah sakit terdekat jika mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, hingga iritasi mata berat.


