Jakarta, Purna Warta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi mengumumkan pergantian nama atau call name Bank DKI menjadi Bank Jakarta. Pengumuman ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-498 Kota Jakarta, menandai langkah besar dalam transformasi lembaga keuangan milik daerah tersebut.
Baca juga: Kemensos Perluas Sekolah Rakyat, Targetkan 200 Titik dan 20 Ribu Siswa pada Tahun Ajaran 2025/2026
Pramono menjelaskan bahwa perubahan nama ini merupakan bagian dari strategi besar menyambut implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Selain itu, rebranding ini juga menjadi bagian dari roadmap jangka panjang menuju proses Initial Public Offering (IPO).
“Perubahan call name ini menandai dimulainya fase baru transformasi PT Bank DKI menuju arah yang lebih modern, profesional dan siap bersaing di tingkat nasional dan regional,” kata Pramono dalam keterangan tertulis, Minggu (22/6/2025).
Ia juga menekankan bahwa pemilihan nama ‘Bank Jakarta’ tidak dilakukan secara sembarangan. Nama ini dipilih berdasarkan pertimbangan mendalam, karena merek “Jakarta” sudah dikenal luas dan memiliki daya resonansi global.
“Nama ini bukan hanya singkat dan kuat, tetapi juga membawa aspirasi kolektif warga Jakarta untuk memiliki bank yang mencerminkan identitas kota, sekaligus menjadi bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Pramono.
Selain pergantian nama, Pramono turut memperkenalkan logo baru Bank Jakarta yang tetap mengusung semangat Monumen Nasional (Monas) namun dengan gaya visual yang lebih segar dan modern. Logo ini berupa tiga garis diagonal tanpa lingkaran pembatas.
“Logo baru ini menyerupai api Monas yang menjulang ke langit-sebuah lambang aspirasi yang terus tumbuh, melampaui batas ruang dan waktu,” tegasnya.
Transformasi ini bukan hanya menyangkut perubahan visual semata. Bank Jakarta juga tengah menjalankan pembenahan menyeluruh di berbagai lini operasional dan struktural, antara lain:
1. Penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan budaya kerja profesional
2. Akselerasi transformasi digital dan integrasi layanan berbasis ekosistem
3. Modernisasi infrastruktur teknologi informasi dan peningkatan keamanan siber
4. Penguatan fungsi intermediasi, peningkatan produktivitas kredit, serta akuisisi dana murah yang berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, menegaskan bahwa seluruh perubahan ini dilakukan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Pemerintah Siapkan Langkah Lanjutan
“Kami ingin masyarakat Jakarta merasakan bahwa perubahan ini bukanlah kosmetik, tetapi mencerminkan komitmen mendalam untuk menjadi bank yang kuat secara finansial, sehat dalam tata kelola dan hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat,” ujar Agus.
Dengan identitas baru ini, Bank Jakarta diharapkan mampu menjadi pionir bank daerah modern yang mampu bersaing di kancah nasional dan regional, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi Jakarta dan Indonesia secara lebih luas.


