Jakarta, Purna Warta – Sebanyak 11 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran akibat meningkatnya eskalasi konflik dengan Israel telah tiba di Tanah Air. Evakuasi WNI ini merupakan bagian dari gelombang pertama evakuasi setelah pecahnya konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Israel.
Baca juga: Prabowo Optimistis Ekonomi Tumbuh 7% dan Indonesia Capai Swasembada Pangan Tahun Ini
Berdasarkan pantauan detikcom di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (24/6/2025), para WNI keluar dari area kedatangan pada pukul 19.39 WIB bersama anggota keluarga mereka.
Salah satu WNI terlihat menggendong anaknya saat keluar dari ruang pemeriksaan kesehatan. Ia tampak tersenyum kepada jajaran awak media yang hadir di lokasi.
Kedatangan para WNI ini disambut langsung oleh jajaran pejabat dari Kementerian Luar Negeri hingga Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam). Hadir di antaranya Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha, Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Adi Winarso, serta Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Amerika dan Eropa Vitto Tahar.
Sebelum meninggalkan bandara, pihak Imigrasi Soekarno-Hatta melakukan pengecekan dokumentasi dan administrasi terhadap para WNI. Setelah itu, dilakukan pula serah-terima dengan perwakilan pemerintah daerah asal masing-masing WNI.
Sebelumnya, Menko Polkam Budi Gunawan telah menyampaikan informasi mengenai kedatangan para WNI dari Iran. Ia menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan melalui beberapa jalur penerbangan dari negara ketiga.
“Gelombang pertama WNI dari Iran berjumlah 29 orang disebar dalam 3 penerbangan komersial berangkat dari Baku, Azerbaijan, tanggal 23 Juni 2025 dan tiba di Jakarta pada 24 Juni 2025 sore hari,” ujar Budi Gunawan kepada wartawan, Senin (23/6).
Budi juga menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus terhadap keselamatan WNI yang berada di wilayah konflik, khususnya di Timur Tengah.
Baca juga: Pesawat Saudi Arabia Mendarat Darurat di Kualanamu Akibat Ancaman Bom, 387 Penumpang Selamat
“Presiden Prabowo memprioritaskan perlindungan WNI di negara-negara Timur Tengah dan segera menyiapkan rencana kontingensi dan evakuasi,” tambahnya.
Pemerintah memastikan bahwa proses evakuasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh WNI yang terdampak situasi konflik berhasil dipulangkan dengan aman ke Indonesia.


