Sana’a, Purna Warta – Kantor berita resmi Yaman melaporkan bahwa sebuah kapal raksasa telah melakukan pencurian sekitar 2 juta barel minyak senilai $200 juta (sekitar Rp 2,975 Triliun).
Kantor berita resmi Yaman (Saba) melaporkan pada Jumat malam (19/8), mengutip sebuah sumber, bahwa sebuah kapal baru-baru ini menjarah dua juta barel minyak dari provinsi Hadhramaut (Yaman Timur).
Baca Juga : Iran Sejajar dengan Negara Maju dalam Memproduksi Peralatan Militer
Sumber tersebut menyatakan bahwa kapal raksasa Maran Canopus (dengan bendera Yunani) yang meninggalkan pelabuhan Al-Daba di provinsi Hadhramaut pada hari Kamis (18/8), menjarah sekitar dua juta barel minyak Yaman.
Sumber ini lebih lanjut menambahkan bahwa kapal raksasa ini tiba di pelabuhan al-Daba pada 6 Agustus dan memuat sekitar dua juta barel minyak mentah Yaman senilai total $200 juta (sekitar Rp 2,975 Triliun).
Menurut laporan ini, pencurian minyak Yaman telah terjadi sejalan dengan tindakan terorganisir dari negara-negara agresor dan tentara bayaran mereka.
Kantor Berita Saba, mengutip data situs web yang aktif di bidang pendeteksian pergerakan kapal, mengumumkan bahwa kapal ini telah pergi ke pelabuhan Rizhao di Cina untuk membongkar muatannya.
Dalam laporannya yang berulang, Perusahaan Minyak Yaman selalu menyebut pencurian minyak negara ini oleh koalisi Saudi.
Baca Juga : Peledakan Tempat-Tempat Suci Yaman oleh Koalisi Agresor
Arab Saudi, sebagai kepala koalisi Arab yang didukung oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel, sejak tanggal 26 Maret 2015, melakukan agresi militer terhadap Yaman dan memblokade negara itu melalui darat, udara dan laut, dengan dalih ingin membawa kembali mantan presiden Abdurabuh Mansour Hadi (presiden Yaman yang telah mengundurkan diri dan buron) ke tampuk kekuasaan, dan menjalankan ambisi politiknya.
Agresi militer ini tidak mencapai satu pun tujuan koalisi Saudi, dan hanya mengakibatkan kematian dan cedera puluhan ribu warga Yaman, menyebabkan pengungsian jutaan warga, penghancuran infrastruktur negara, dan penyebaran kelaparan serta penyakit menular.


