Tiga Jurnalis Gugur di Gaza; Jihad Islam Mengutuk Kejahatan Ini

Wartawan

Al-Quds, Purna Warta – Gerakan Jihad Islam Palestina mengecam serangan udara rezim Zionis Israel terhadap sebuah kendaraan milik Komite Bantuan Mesir di Gaza tengah, yang menyebabkan gugurnya tiga jurnalis Palestina, dan menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan kesepakatan politik.

Dalam pernyataannya, gerakan tersebut menyebutkan bahwa pada Rabu siang pekan lalu, pasukan pendudukan Israel menargetkan kendaraan milik Komite Bantuan Mesir yang saat itu tengah mendokumentasikan upaya-upaya penyaluran bantuan kemanusiaan.

Akibat serangan tersebut, tiga jurnalis Palestina, yaitu Mohammad Salah Qashtah, Abdul Raouf Shaat, dan Anas Ghanim, gugur sebagai syahid.

Jihad Islam menegaskan bahwa tindakan ini sama sekali bukan kesalahan lapangan, melainkan sebuah pesan politik dari rezim Zionis yang berupaya memaksakan kehendaknya melalui eskalasi serangan militer serta berusaha mengosongkan perjanjian gencatan senjata dari substansi yang sesungguhnya.

Gerakan tersebut mengutuk keras serangan brutal ini dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap peran para mediator, khususnya Mesir, serta sebagai upaya untuk mengintimidasi para pihak yang terlibat dalam bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi di Gaza.

Jihad Islam juga menilai bahwa kebijakan pendudukan Tel Aviv sejak dimulainya gencatan senjata telah menjadi penyebab gugurnya ratusan warga Palestina, serta meluasnya agresi terhadap para jurnalis dan delegasi yang terkait dengan para mediator. Gerakan ini memperingatkan bahwa sikap diam komunitas internasional merupakan lampu hijau bagi kelanjutan kejahatan Zionis.

Dalam pernyataannya, Jihad Islam menyatakan bahwa gugurnya para jurnalis merupakan mata rantai lain dalam perang melawan kebenaran, dan bahwa rezim pendudukan “Israel” secara sistematis menjalankan kebijakan kriminal dengan tujuan membungkam suara kebenaran dan menutupi kejahatan-kejahatannya.

Pada akhir pernyataan, Jihad Islam Palestina menegaskan bahwa komunitas internasional dan kekuatan-kekuatan berpengaruh bertanggung jawab untuk segera menghentikan agresi ini, serta menyerukan diakhirinya secara tegas seluruh pelanggaran dan dilaksanakannya secara penuh serta tanpa syarat komitmen tahap kedua dari perjanjian gencatan senjata.

Gerakan tersebut juga memperingatkan bahwa pemaksaan syarat-syarat melalui kelanjutan serangan militer tidak hanya tidak akan mematahkan tekad rakyat Palestina, tetapi juga berpotensi mendorong seluruh kawasan menuju ledakan yang tidak dapat dikendalikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *