Tentara Israel Kehabisan Anggaran Setelah Perang Melawan Iran

war of iran

Al-Quds, Purna Warta – Pasukan militer Israel dilaporkan telah menghabiskan seluruh anggaran tahun 2026 akibat mahalnya biaya perang agresi Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, menurut sebuah laporan.

Baca juga: Syekh Abdullah Al-Daqaq: Rakyat Bahrain Tidak Akan Menerima Kompromi dan Menjual Agama | Ancaman terhadap Pemimpin Iran adalah Pelanggaran Norma Internasional

Media berbahasa Ibrani Israel Hayom pada Minggu melaporkan bahwa militer Israel kini mengalami kesulitan pendanaan untuk membiayai berbagai perang yang sedang dijalankannya akibat kekurangan dana.

Anggaran militer Israel untuk tahun 2026 mencapai 111 miliar shekel (sekitar 38 miliar dolar AS), menjadikan rezim tersebut sebagai salah satu negara dengan pengeluaran militer per kapita terbesar di dunia setelah Amerika Serikat.

Sepanjang tahun 2026 saja, Israel telah terlibat dalam perang besar melawan Iran dan hingga kini masih terseret dalam konflik di Palestina, Lebanon, dan Suriah.

Sejak 7 Oktober 2023, militer Israel menghabiskan puluhan juta dolar setiap bulan untuk melanjutkan perang di Gaza, yang menurut laporan telah menewaskan sekitar 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 172.000 lainnya.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa habisnya anggaran 2026 akan berdampak serius, termasuk tidak diperbaikinya tank-tank militer, terganggunya pelatihan dan kemampuan operasional, tertundanya pembangunan fasilitas militer, serta ancaman penghentian jalur produksi industri pertahanan.

Menurut laporan itu, militer Israel telah menyampaikan pesan tegas kepada kalangan politik: “Kurangi operasi dan jumlah pasukan di Lebanon, Gaza, Tepi Barat, dan front lainnya, atau tingkatkan anggaran menjadi 177 miliar shekel agar sesuai dengan kebutuhan operasi.”

Akibat perselisihan tajam antara militer dan pemerintah serta kekhawatiran terhadap dampak operasional, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diperkirakan akan menggelar sidang darurat kabinet keamanan, kemungkinan pada Selasa mendatang, guna menyelesaikan krisis tersebut.

Baca juga: Netanyahu Hadapi Seruan Mundur dan Mayoritas Publik Mendukung Kepergiannya

Anggaran negara Israel untuk tahun fiskal 2026 sendiri mencapai 850,6 miliar shekel (sekitar 271 miliar dolar AS). Namun parlemen Israel (Knesset) terpaksa melakukan perubahan anggaran akibat besarnya biaya operasi agresi Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

Setelah agresi terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, Israel juga dilaporkan mengalokasikan sebagian besar anggaran militernya untuk memperkuat sistem pertahanan, terutama Iron Dome dan Iron Beam, guna menghadapi gelombang drone dan rudal Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *