Syahid “Yahya al-Sinwar”, Arsitek Operasi Badai Al-Aqsa

Yahya Sinwar

Gaza, Purna Warta – Menurut laporan jaringan berita internasional, syahid Yahya al-Sinwar lahir dan dibesarkan di Kota Khan Younis, di selatan Jalur Gaza.

Baca juga: “Israel Raya”: Ancaman bagi Seluruh Kawasan

Ia menempuh pendidikan bahasa Arab di Universitas Islam Gaza dan merupakan salah satu anggota berpengaruh dalam “Perhimpunan Islam” di universitas tersebut, sebelum kemudian terpilih sebagai ketuanya.

Syahid al-Sinwar mendirikan perangkat “Majd” sebagai badan intelijen pertama Gerakan Hamas.

Ia tiga kali dikenai penahanan administratif oleh rezim Israel. Pada tahun 1988, ia ditangkap dengan tuduhan membunuh dan menculik dua tentara Israel, dan dijatuhi empat hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan rezim tersebut, yang menurut hukum Israel setara dengan total 426 tahun penjara.

Selama masa penahanan, syahid al-Sinwar memimpin Dewan Tinggi Tahanan Gerakan Hamas dan mengoordinasikan pemogokan umum para tahanan pada tahun 1992, 1996, 2000, dan 2004.

Ia dua kali berupaya melarikan diri dari penjara, masing-masing di Penjara Ashkelon dan Penjara Ramla.

Syahid al-Sinwar dibebaskan dari penjara-penjara Israel pada tahun 2011 במסגרת perjanjian pertukaran tahanan “Kesetiaan kepada Orang-Orang Merdeka” antara Hamas dan rezim Israel.

Pada tahun 2012, ia terpilih sebagai anggota biro politik Gerakan Hamas, dan pada tahun 2017 terpilih sebagai pemimpin Hamas di Jalur Gaza.

Baca juga: Laporan Tentang Unit Sensor Militer Rezim Zionis: Dari Penipuan Hingga Manipulasi Narasi

Operasi Badai Al-Aqsa yang dilakukan oleh perlawanan Palestina dimulai dan berlanjut di bawah kepemimpinan syahid al-Sinwar. Setelah kesyahidan Ismail Haniyeh, al-Sinwar menggantikannya sebagai kepala biro politik Gerakan Hamas.

Syahid al-Sinwar senantiasa menegaskan bahwa umat Islam mampu mengalahkan musuh Zionis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *