Jakarta, Purna Warta – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), mengonfirmasi adanya kasus kematian seorang pasien yang dinyatakan positif terjangkit hantavirus. Ini merupakan temuan pertama virus tersebut di wilayah Ketapang pada Maret 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, dr. Feria Kowira, mengungkapkan bahwa pasien tersebut sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Namun, kondisi kesehatan pasien terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Pasien sempat menjalani perawatan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang dan meninggal dunia. Selain terpapar hantavirus, pasien juga memiliki penyakit penyerta yang memperburuk kondisi kesehatannya,” ujar dr. Feria saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).
Kepastian mengenai penyebab kematian pasien tersebut didapatkan setelah pihak rumah sakit dan Dinkes menerima hasil pemeriksaan spesimen dari otoritas kesehatan terkait.
Feria menjelaskan, diagnosis virus hanta baru tegak setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) Salatiga, Jawa Tengah. Meski menyebabkan kematian, Feria meminta masyarakat untuk tidak panik secara berlebihan. Ia menekankan bahwa pola penularan virus ini berbeda dengan Covid-19.
“Penularannya dari tikus ke manusia, bukan dari manusia ke manusia, sehingga masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada,” tegasnya.
Menindaklanjuti temuan kasus tersebut, tim kesehatan Dinkes Ketapang bergerak cepat melakukan penelusuran (tracing) dan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang tinggal di sekitar kediaman pasien. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, tim medis tidak menemukan adanya penyebaran atau warga lain yang menunjukkan gejala terpapar virus serupa.
“Hasil pemeriksaan terhadap warga di sekitar lokasi tidak ditemukan adanya kasus positif lainnya,” kata dr. Feria.


