Serangan Besar-Besaran Militer Zionis dan Penangkapan Massal di Tepi Barat

Bakhtiyar

Al-Quds, Purna Warta – Menurut sebuah laporan, di provinsi al-Khalil, pasukan militer Zionis menyerang kota Sa’ir di utara provinsi tersebut. Dengan melepaskan tembakan peluru tajam dan granat cahaya secara intensif, mereka memicu bentrokan hebat dengan warga Palestina.

Baca juga: Seruan Kepada PBB Untuk Kerahkan Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza

Di Nablus, militer rezim pendudukan itu untuk kelima kalinya dalam 42 jam terakhir memasuki kota Sebastia dan secara paksa mengosongkan situs arkeologinya. Pasukan juga menyerbu dari arah pos pemeriksaan Awarta menuju pusat kota, serta mendatangi kamp pengungsi Balata di sebelah timur Nablus.

Sumber lokal melaporkan bahwa secara bersamaan, militer Zionis melakukan penggeledahan di berbagai wilayah provinsi al-Khalil, termasuk Beit Ummar, al-Baqa‘a, serta sejumlah kawasan yang ditutup di dalam kota.

Di provinsi Qalqilya, pasukan Israel menyerbu kota Azzun, menggeledah sejumlah rumah, dan menangkap Salmi Shubeita, saudara perempuan dari dua tahanan Palestina.

Di kota Birzeit (utara Ramallah), seorang pemuda bernama Mohammad Ziyad Abu Awad juga ditangkap.
Sementara itu, di Tulkarm, pasukan Israel menyerbu kota Deir al-Ghusun dan menangkap Saeed Badran. Sejumlah distrik di kota Qalqilya juga menjadi sasaran penggeledahan.

Baca juga: Polisi Maritim Israel Sengaja Bunuh Dua Warga Palestina yang Sedang Tenggelam

Di provinsi Salfit, pasukan pendudukan menyerang kota al-Zawiya dan melanjutkan penggeledahan besar-besaran di berbagai bagian Tepi Barat.

Serangan-serangan ini berlangsung di tengah meningkatnya intensitas agresi pasukan Israel dan para pemukim ilegal dalam beberapa bulan terakhir di Tepi Barat. Para pengamat menilai hal tersebut sebagai bagian dari kebijakan tekanan menyeluruh terhadap rakyat Palestina dan upaya pendudukan atas tanah-tanah mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *